PLN EPI Punya Cara Baru Tekan Emisi: Limbah Sawit Disulap Jadi Bio-CNG
astakom.com, Jakarta - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) merencanakan atau memproyeksikan pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) yang sumbernya dari limbah kelapa sawit.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi hijau sekaligus memacu akselerasi transisi energi nasional.
Hokkop Situngkir, selaku Direktur Biomassa PLN EPI bilang kalau inisiatif pengembangan Bio-CNG ini adalah langkah real perusahaan buat optimalisasi potensi limbah domestik guna menghasilkan sumber energi rendah karbon yang bisa memperkuat ketahanan energi dan mereduksi emisi gas rumah kaca.
Hokkop bilang kalau PLN EPI berkomitmen kuat buat terus memacu transformasi limbah sawit menjadi energi yang punya nilai tambah signifikan bagi industri.
“Melalui kerja sama dengan pemilik konsesi dan pabrik kelapa sawit, Palm Oil Mill Effluent (POME) dapat diolah menjadi biometana yang kemudian dimurnikan menjadi Bio-CNG untuk mendukung kebutuhan energi pembangkit listrik,” kata Hokkop dalam keterangannya, dikutip oleh astakom.com pada Selasa (09/06/2026).
Potensial untuk kembangkan Bio-CNG
Hokkop menilai Sumatera Utara punya kandungan atau berpotensi besar buat kembangkan Bio-CNG. Seperti yang diketahui wilayah itu statusnya sebagai salah satu sentra industri kelapa sawit di Indonesia.
Berdasarkan acuan dari data Badan Pusat Statistik (BPS), ada 327 entitas perkebunan sawit yang beroperasi di wilayah itu. Ditambah lagi didukung dengan 237 pabrik pengolahan yang potensial menjadi pemasuk bahan baku biometana.
Sebagai bentuk konkret PLN EPI sekarang ini udah menjalin kolaborasi strategis dengan PT KIS Biofuels Indonesia yang punya keahlian teknologi dalam mengubah limbah cair sawit jadi Bio-CNG.
Buat sokong PLTGU Belawan
Diketahui pasokan Bio-CNG nantinya bakal dialokasikan buat menyokong operasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan di Sumatera Utara yang punya kapasitas terpasang sebesar 1.184 MW dan berkontribusi terhadap 30 persen kebutuhan daya pada sistem kelistrikan Sumatera bagian Utara.
PLN EPI terbuka buat ekspansi atau memperluas adopsi Bio-CNG dengan berbagai pabrik kelapa sawit (PKS) supaya limbah yang selama ini belum terolah maksimal bisa dikonversi atau dimanfaatkan menjadi energi bersih bernilai ekonomis tinggi.
Hokkop juga bilang kalau pengembangan biometana ini nggak cuma ditujukan buat ngepress penggunaan energi fosil tapi juga ngasih dampak lingkungan yang menjadi lebih baik.
Peluang ekonomi dan ramah lingkungan
Transisi ini juga menciptakan peluang ekonomi baru buat pelaku industri sawit lewat pemanfaatan limbah.
Jadi, pemanfataan biometana ini dipandang ngasih manfaat ekologis yang signifikan buat keberlanjutan alam atau sustainability.
Selain itu, gas metana dari limbah cair sawit punya efek pemanasan global yang jauh lebih agresif dibandingin sama karbon dioksida.
Gas tersebut menjadi solusi yang andal buat menekan emisi gas rumah kaca sekaligus menghasilkan listrik dari energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
PLN EPI lagi gaspol ngubah limbah cair sawit jadi Bio-CNG buat dukung transisi energi yang lebih green. Potensi terbesarnya ada di Sumut yang punya ratusan kebun dan pabrik sawit sebagai pemasok bahan baku. Selain ngurangin emisi, langkah ini juga bisa bikin limbah yang tadinya kebuang jadi punya value ekonomi.









