Menteri ESDM Spill: RI Siapkan Long-Term Contract Minyak Rusia, Demi Ketahanan Energi?

Pewarta: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 6 Agustus 2026 | 10:48 WIB
Menteri ESDM Spill: RI Siapkan Long-Term Contract Minyak Rusia, Demi Ketahanan Energi?
Menteri ESDM Spill: RI Siapkan Long-Term Contract Minyak Rusia, Demi Ketahanan Energi? [BPMI Setpres]

astakom.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia, bilang kalau pemerintah sekarang lagi siapin kontrak jangka panjang untuk pembelian minyak mentah (crude) dari Rusia.

Proses impor minyak dari Rusia yang bakal dilakukan oleh RI ini kata Bahlil, udah masuk tahap pertama. Untuk tahap selanjutnya, masih dalam proses.

"Tahap pertama sudah. Tahap dua lagi berjalan. Nanti kita bikin kontrak jangka panjang kok," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip oleh astakom.com pada Kamis (06/08/2026).

Menurutnya, negara yang langsung turun tangan melakukan transaksi pembelian. Proses impornya dilakukan oleh  Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi atau LEMIGAS di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM.

Dilakukan negara, bukan Pertamina

"Ingat ya, yang melakukan pengadaan itu bukan Pertamina ya, negara. Jadi, negara enggak boleh diintervensi oleh negara lain, ya. Ini negara. Jadi, jangan dipleset-plesetin, yang melakukan impor adalah negara," katanya.

Minyak mentah dari Rusia itu akan digunakan berdasarkan keputusan pemerintah. Jadi pemerintah  yang bakal tentukan kemana minyak mentah itu disalurkan. Tujuan utamanya yakni kepastian ketahanan energi nasional dan kepentingan rakyat.

"Setelah negara ambil, baru negara mau siapkan untuk ke mana untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara, itu urusan negara lah, dan negara kita ini kan menganut asas bebas aktif," katanya.

Jaga independensi negara

Bahlil menegaskan bahwa proses impor ini bakal mengedepankan independensi negara, terlebih lagi ini menyangkut ketahanan energi nasional.

"Kita tidak mendikte negara lain, tapi negara lain juga tidak boleh mendikte kita, ya. Independensi negara kita harus kita jaga sebagai bagian daripada pengabdian kita kepada Ibu Pertiwi," jelas Bahlil.

Sebelumnya, Bahlil spill pemerintah udah mendatangkan 770 ribu barel minyak mentah dari Rusia. Menurutnya, asal negara atau sumber impor minyak nggak jadi masalah selama masih mengikuti prosedur dan tidak melanggar aturan internasional.

Tahap pertama sudah dilakukan

Bahlil spill kalau tahap pertama impor minyak dari Rusia udah tiba di Indonesia. Untuk proses impornya dilakukan melalui LEMIGAS sebagai kepanjangan tangan pemerintah.

"Sudah kita lakukan. Tahap pertama diperintahkan lewat LEMIGAS, karena kedaulatan bangsa tidak boleh diintervensi oleh negara lain," ungkap Bahlil beberapa waktu lalu, dikutip astakom.com, Kamis (06/08/2026). (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Pemerintah lagi prepare kontrak jangka panjang buat impor minyak Rusia setelah tahap pertama berhasil jalan. Bahlil negesin yang beli langsung negara lewat LEMIGAS, bukan Pertamina, demi jaga energy security dan independensi RI. Targetnya simpel: pasokan energi tetap aman buat kebutuhan rakyat tanpa melanggar aturan internasional.

LEMIGAS Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Impor Minyak Ketahanan Energi

Infografis

Terkini