Kemenhub Siapkan 205 Perwira Baru, Penguatan SDM Jadi Kunci Tekan Korban Kecelakaan Jalan

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 8 Agustus 2026 | 08:08 WIB
Kemenhub Siapkan 205 Perwira Baru, Penguatan SDM Jadi Kunci Tekan Korban Kecelakaan Jalan
Kemenhub Siapkan 205 Perwira Baru, Penguatan SDM Jadi Kunci Tekan Korban Kecelakaan Jalan [BPSDMP Perhubungan]

astakom.com, Jakarta – Upaya menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia tak hanya bergantung pada aturan dan infrastruktur. Pemerintah kini juga memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) transportasi agar sistem keselamatan jalan semakin siap menghadapi tantangan mobilitas yang terus berkembang.

Melansir dari keterangan resmi Kementerian Perhubungan yang diterima astakom.com, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) resmi melantik 205 Perwira Transportasi lulusan Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tahun Akademik 2025/2026 di Kampus PKTJ, Tegal, Jumat (07/08/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kementerian Perhubungan untuk memperkuat ekosistem keselamatan transportasi jalan. Selain menyiapkan tenaga profesional di sektor transportasi, pemerintah juga ingin menghadirkan kebijakan dan layanan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Angka kecelakaan masih tinggi, SDM jadi fokus

Kepala BPSDMP Suharto mengatakan pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan awal pengabdian para lulusan dalam memperkuat sistem keselamatan transportasi jalan nasional.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Korlantas Polri, korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih mendekati 25 ribu jiwa setiap tahun. Karena itu, menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu langkah penting untuk menekan angka tersebut.

"Setelah ini saudara harus membuktikan bahwa lulusan PKTJ memiliki komitmen dalam menjalankan amanah sebagai insan transportasi. Teruslah belajar karena dinamika transportasi akan terus berubah. Kondisi ini membutuhkan SDM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus menghadirkan kebijakan dan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat," pesannya kepada para lulusan.

Suharto menjelaskan, lulusan PKTJ nantinya akan mengisi berbagai peran strategis, baik sebagai regulator melalui jalur pola pembibitan maupun sebagai operator transportasi. Sinergi keduanya dinilai penting untuk membangun budaya keselamatan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menghadirkan transportasi jalan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Dibekali kompetensi sesuai tantangan transportasi modern

Direktur PKTJ Bambang Istiyanto melaporkan sebanyak 205 taruna dinyatakan lulus, terdiri dari 85 lulusan Program Studi Rekayasa Sistem Transportasi Jalan, 62 lulusan Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif, dan 58 lulusan Program Diploma III Teknologi Otomotif.

Ketiga program tersebut dirancang untuk mencetak SDM yang memiliki kemampuan mulai dari rekayasa lalu lintas berbasis data, pengembangan teknologi kendaraan, hingga inspeksi, perawatan, dan pengujian kendaraan agar memenuhi standar keselamatan jalan.

"Para lulusan telah menyelesaikan proses pendidikan sesuai standar yang ditetapkan BPSDMP. Kami berharap kompetensi yang mereka miliki menjadi bekal untuk menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, serta berkontribusi dalam mewujudkan transportasi jalan yang semakin selamat bagi masyarakat," ungkap Bambang Istiyanto.

Penguatan kompetensi ini juga menjadi bagian dari transformasi pendidikan vokasi transportasi yang diarahkan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi kendaraan dan sistem transportasi yang semakin digital.

ASN transportasi diminta terus belajar

Sehari sebelum pelantikan, dalam yudisium akhir program, Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Aba Subagja menegaskan pembangunan SDM merupakan salah satu prioritas nasional dalam Asta Cita Presiden. Menurutnya, BPSDMP memegang peran penting dalam mencetak aparatur transportasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus memenuhi ekspektasi pelayanan publik.

"Sebagai calon ASN dan insan transportasi, saudara memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan pengabdian para pendahulu. Jangan pernah berada di zona nyaman, tetapi jadilah pembelajar sepanjang hayat yang terus mengembangkan kompetensi agar mampu menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, ASN masa depan tidak cukup hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga harus memiliki kemampuan manajerial, sosial kultural, serta menjunjung tinggi integritas melalui penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK.

Penguatan SDM ini melengkapi berbagai langkah yang sebelumnya terus didorong Kementerian Perhubungan dalam meningkatkan keselamatan transportasi, mulai dari pengawasan armada, audit keselamatan, peningkatan kualitas sarana-prasarana, hingga pengembangan pendidikan vokasi transportasi sebagai fondasi untuk menekan angka kecelakaan secara berkelanjutan. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Jalan yang lebih aman bukan cuma soal rambu atau kendaraan yang layak, tapi juga tentang orang-orang kompeten di balik sistem transportasi. Semakin siap SDM-nya, semakin besar peluang angka kecelakaan bisa ditekan.

kemenhub Penguatan SDM Kementerian Perhubungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ)

Infografis

Terkini