Pemerintah Perluas Jangkauan MBG: Pesantren dengan Santri lebih dari 1.000 Orang Bisa Kelola Dapur Mandiri
astakom.com, Jakarta — Pemerintah resmi memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pondok pesantren berasrama dengan jumlah santri lebih dari 1.000 orang kini mengantongi izin untuk mengelola dapur secara mandiri.
Keputusan ini diketok dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Perbaikan Tata Kelola MBG yang dipimpin di Kantor Kemenko Bidang Pangan kemarin.
Melalui skema baru ini, pesantren yang memenuhi syarat diperbolehkan mengeksekusi operasional dapur sendiri sepanjang memenuhi standar operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama aspek food safety dan sanitasi.
Di sisi lain, pesantren dengan skala di bawah 1.000 santri akan handled langsung oleh SPPG terdekat agar distribusi makanan tetap efisien dan tepat sasaran.
Strategi perluas jangkauan MBG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengonfirmasi bahwa langkah ini merupakan strategi pemerintah untuk memperluas jangkauan MBG tanpa mengorbankan mutu dan standar keamanan pangan.
"Pesantren yang memiliki lebih dari seribu santri dan menggunakan sistem berasrama dapat membangun dapur sendiri. Namun, dapur tersebut harus memenuhi standar SPPG, termasuk memiliki persyaratan kesehatan dan sanitasi yang telah ditetapkan. Sementara pesantren dengan jumlah santri di bawah ketentuan itu akan dilayani oleh SPPG terdekat," kata Sudaryono, dikutip dari laman resmi BGN, Jumat (7/8/2026).
Sudaryono menekankan, standarisasi operasional di seluruh titik dapur MBG bersifat mutlak. Hal ini krusial demi menjaga kualitas asupan gizi yang diterima para penerima manfaat.
Standarisasi ketat di seluruh titik dapur
Sebab itu, seluruh fasilitas dapur termasuk yang berada di ekosistem pesantren, wajib tunduk pada regulasi yang sudah ditetapkan BGN.
"Yang kami bangun bukan hanya jangkauan layanan, tetapi juga kualitasnya. Di mana pun dapur MBG beroperasi, standar pelayanan, keamanan pangan, dan higienitas harus sama agar seluruh penerima manfaat memperoleh makanan bergizi yang aman dan berkualitas," ujarnya.
Ia menilai keterlibatan pesantren dalam Program MBG menjadi bentuk real action dari kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan untuk mendongkrak kualitas gizi generasi muda.
Dengan basis massa yang besar serta sistem berasrama yang sudah solid, pesantren dinilai punya potensi kuat untuk menjadi bagian penting dalam ekosistem pelayanan gizi nasional. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
Pemerintah memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis dengan mengizinkan pesantren berasrama berisi lebih dari 1.000 santri mengelola dapur MBG sendiri, selama memenuhi standar keamanan pangan dan sanitasi BGN. Kebijakan ini diharapkan memperluas layanan tanpa mengurangi kualitas gizi, sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah dan pesantren.









