Indonesia dan Arab Saudi Sepakati MoU Perkuat Kemitraan Ekonomi dan Investasi Strategis

Pewarta: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 7 Agustus 2026 | 23:32 WIB
Indonesia dan Arab Saudi Sepakati MoU Perkuat Kemitraan Ekonomi dan Investasi Strategis
Indonesia dan Arab Saudi Sepakati MoU Perkuat Kemitraan Ekonomi dan Investasi Strategis (Foto: BPMI Setpres)

astakom.com, Jakarta - Indonesia dan Arab Saudi deal untuk memperkuat kerja sama soal promosi penanaman modal langsung, seiring dengan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Arab Saudi yang memang sudah terjalin dari lama.

Kesepakatan kerja sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dalam rangka memperkuat kemitraan ekonomi di berbagai sektor strategis ini tertuang di Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani dan Menteri Investasi Kerajaan Arab Saudi, Fahad bin Abduljalil Al-Saif.

Rosan tekankan bahwa penandatanganan MoU ini jadi langkah taktis untuk membawa hubungan bilateral kedua negara ke level yang lebih tinggi.

"Hari ini bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman. Hari ini adalah tentang mentransformasikan persahabatan yang telah terjalin lama menjadi kerja sama ekonomi yang lebih kuat," kata Rosan dikutip astakom.com pada Jumat (07/08/2026).

Datangkan manfaat ekonomi

Rosan spill hubungan erat yang udah terbina sejak puluhan tahun lalu sekarang diperluas lewat peningkatan investasi demi mendatangkan manfaat ekonomi bersama.

"Kami ingin melihat semakin banyak perusahaan Arab Saudi berinvestasi di Indonesia dan semakin banyak perusahaan Indonesia yang menjajaki peluang usaha di Arab Saudi. Kami juga ingin memperkuat kolaborasi di sektor-sektor strategis, mulai dari hilirisasi, manufaktur, infrastruktur, energi baru terbarukan, logistik, properti, hingga teknologi digital," kata Rosan.

Realisasi investasi mencapai  USD126,2 juta 

Untuk realisasi investasi langsung (Foreign Direct Investment) Arab Saudi di Indonesia tercatat mencapai total USD126,2 juta di periode 2021 hingga per akhir Juni 2026.

Meninjau kondisi dan dinamika geopolitik global, Rosan menilai investor sekarang lagi memprioritaskan stabilitas, kepastian dan peluang jangka panjang melampaui pertimbangan biaya kompetitif semata.

"Arab Saudi tengah menjalankan agenda Vision 2030, sementara Indonesia terus mempercepat industrialisasi, hilirisasi, pembangunan infrastruktur, dan transformasi ekonomi. Kesamaan arah pembangunan tersebut membuka peluang kolaborasi yang sangat besar bagi kedua negara," jelasnya.

Tingkatkan kerja sama

Berdasar MoU itu, kedua negara deal meningkatkan kerja sama lewat pertukaran informasi statistik, regulasi dan peluang bisnis, konsultasi sektor swasta, promosi bersama serta pertukaran pengetahuan dan kunjungan antar-ahli.

Rosan tekankan tolok ukur keberhasilan kesepakatan ini terletak pada implementasi nyata yang melahirkan investasi baru, memperluas kemitraan bisnis, penciptaan lapangan kerja dan kemaslahatan masyarakat luas.

Iklim investasi kondusif

Dia juga bilang kalau pemerintah berkomitmen untuk menjaga iklim investasi yang kondusif dengan rangkaian reformasi kebijakan yang berkelanjutan dengan Arab Saudi.

"Indonesia berkomitmen melakukan reformasi. Kami menyambut investasi yang mampu menciptakan nilai tambah, mendorong alih pengetahuan, mengembangkan industri, serta menghadirkan kemakmuran bersama," kata Rosan. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Indonesia dan Arab Saudi resmi memperkuat kerja sama investasi lewat MoU yang diteken Rosan Roeslani dan Fahad Al-Saif. Fokusnya mencakup hilirisasi, manufaktur, energi baru terbarukan, infrastruktur hingga teknologi digital. Targetnya bukan sekadar deal di atas kertas, tapi investasi baru, lapangan kerja, dan value ekonomi yang lebih besar.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani Indonesia-Arab Saudi Kemitraan Ekonomi Strategis Investasi Strategis

Infografis

Terkini