Danantara Ditawari Kepemilikan Saham Bandara Madinah, Rosan Roeslani Lapor ke Presiden Prabowo
astakom.com, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani laporkan hasil kunjungan kerja ke Arab Saudi kepada Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis (6/8/2026).
Salah satu yang dibahas yaitu tawaran untuk Danantara buat punya porsi kepemilikan di Bandara Madinah.
“Di sana kebetulan Menteri Investasi-nya juga baru, teman saya, ketemu sekalian bertemu juga dengan penasehat Raja dan beberapa kerja sama di bidang airport di Madinah, salah satunya kita ditawarkan untuk Danantara mempunyai porsi kepemilikan di Airport Madinah," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip astakom.com pada Jumat (7/8/2026).
Bakal lakukan penjajakan dengan Mada Group
Rosan spill terkait tawaran itu, Danantara bakal segera menindaklanjuti. Dia bilang pihaknya bakal lakukan penjajakan dengan Mada Group atau Mada International Holdings yang mengelola Bandara Madinah.
"Itu di offer langsung kepada saya, kita akan jajaki nanti," katanya.
Pada kesempatan itu, Rosan melaporkan progres transformasi perusahaan BUMN kepada Presiden Prabowo. Laporan itu mencakup penyederhanaan struktur kepengurusan BUMN supaya lebih efisien dan cepat dalam mengambil keputusan.
Progres streamlining BUMN
Dia juga menyampaikan progres streamlining atau pemangkasan jumlah perusahaan BUMN yang ada di bawah pengelolaan Danantara. Dia ngespill kalau streamlining yang udah dilakukan sebanyak 274 perusahaan per akhir bulan Juli.
"Karena sekarang streamlining yang kita sudah lakukan kurang lebih sudah 274 perusahaan per akhir bulan Juli kemarin. Beliau juga minta di-update seperti itu," kata Rosan.
Gen Z Takeaway
Danantara dapat offer buat punya porsi kepemilikan di Bandara Madinah dan bakal langsung menjajaki peluangnya dengan Mada Group. Selain itu, Rosan melaporkan transformasi BUMN ke Prabowo, termasuk streamlining yang sudah mencapai 274 perusahaan. Jadi, Danantara lagi gaspol memperluas exposure investasi sekaligus bikin BUMN makin lean dan efisien.









