Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Jadi Korban Gempa Filipina

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 9 Juni 2026 | 13:14 WIB
Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Jadi Korban Gempa Filipina
Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Jadi Korban Gempa Filipina. [astakom/ Nadiah]

astakom.com, Jakarta — Kemenlu memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,8 di Mindanao Selatan, Filipina. Hal tersebut disampaikan oleh Plt Direktur Perlindungan WNI, Heni Hamidah, terkait bencana yang terjadi kemarin (08/06/2026).

"Kementerian Luar Negeri RI dan KJRI Davao terus memantau gempa yang terjadi di gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 - 7,8 di episentrum sekitar 13 km barat daya General Santos City, Sarangani, Mindanao Selatan, Filipina pada 8 Juni 2026 pukul 07.37 waktu setempat,” ucap Heni pada pernyataannya.dikutip oleh astakom pada Selasa, (09/06/2026).

"Sejauh ini, belum terdapat informasi adanya WNI/PMI terdampak dalam gempa tersebut," ucapnya.

Pantauan ketat KJRI Davao

Menurut Heni, Konsulat Jenderal RI (KJRI) Davao saat ini tengah memantau secara ketat situasi pascagempa di negara tetangga tersebut. Ia juga meminta seluruh WNI di sana untuk tetap waspada dan aktif memperbarui informasi mengenai perkembangan dampak bencana.

"Perwakilan RI di Sabah, Malaysia juga memantau perkembangan kasus sejalan dengan himbauan yang dikeluarkan Pemerintah Sabah, Malaysia," sambungnya.

Potensi Tsunami resmi dicabut

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tektonik yang melanda Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) lalu tercatat berkekuatan magnitudo 7,7. Guncangan kuat tersebut memicu adanya potensi tsunami yang membuat sejumlah daerah ditetapkan dalam status Siaga.

Meski sempat memicu kekhawatiran, peringatan dini tsunami tersebut kini telah resmi dicabut, sehingga masyarakat dipersilakan kembali beraktivitas seperti biasa. Walaupun begitu, BMKG tetap meminta warga untuk tidak lengah terhadap potensi gempa susulan dan selalu merujuk pada informasi resmi dari otoritas terkait.

Imbauan WNI dan Kontak Hotline Darurat

Getaran gempa yang kuat juga menjangkau Malaysia Timur, sehingga Kemlu RI meminta perwakilan RI di Sabah ikut memantau kondisi di sana.

Langkah antisipasi ini diambil demi mendukung imbauan keamanan yang sebelumnya telah dirilis oleh pemerintah negara bagian Sabah pascagempa.

"Diimbau kepada seluruh WNI atau pekerja migran Indonesia agar memantau terus perkembangan situasi lebih lanjut,” lanjut Heni.

Hotline Darurat Perwakilan RI:

  1. KJRI Davao (Filipina): +63-966-2455-472
  2. KJRI Kota Kinabalu (Malaysia): +60-146-060-067
  3. Konsulat RI Tawau (Malaysia): +60-198-228-800

Dampak guncangan Hingga Indonesia

Peristiwa gempa tektonik besar ini melanda pada pukul 07.37 waktu setempat dengan pusat guncangan berada di kedalaman 50 kilometer. Otoritas mencatat episentrum gempa Senin pagi tersebut berada di koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT, tepatnya sekitar 58 kilometer dari Kota General Santos, Filipina.

Pusat guncangan tersebut terpantau berada sekitar 244 kilometer arah barat laut dari Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Akibatnya, dampak getaran gempa dilaporkan meluas hingga ke sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Gorontalo, serta menjangkau kawasan Tawau dan Semporna di Malaysia.

Pascaguncangan hebat tersebut, otoritas terkait di Filipina, Indonesia, Malaysia, hingga Jepang langsung merilis peringatan dini tsunami. Langkah darurat ini diambil sebagai bentuk mitigasi guna mengamankan penduduk yang tinggal di kawasan pesisir pantai.(nAD/aNs) 

Gen Z Takeaway

​Gempa tektonik M 7,8 baru aja mengguncang Mindanao, Filipina, dan getarannya bahkan kerasa sampai ke Sulut hingga Malaysia. Untungnya, perwakilan kita bergerak cepat dan Kemlu konfirmasi kalau sampai saat ini nggak ada WNI yang jadi korban. Buat kamu yang punya kerabat di sana, stay calm karena status peringatan tsunami udah resmi dicabut, tapi tetap ingatkan mereka buat pantau hotline darurat dan waspada sama gempa susulan, ya!

Gempa Filipina 2026 WNI Kementerian Luar Negeri Gempa Bumi

Infografis

Terkini