Tahith Chong Siap Pimpin Debut Ajaib Timnas Curacao Lawan Jerman
astakom.com, Jakarta – Laga pembuka Grup E Piala Dunia 2026 antara Curacao melawan Jerman pada 14 Juni mendatang di Houston akan menjadi momen yang sangat emosional.
Bagi sang winger, Tahith Chong (26), pertandingan ini membawa arti yang jauh lebih mendalam karena ia merupakan satu-satunya pemain asli kelahiran Curacao di dalam skuad berjuluk The Blue Wave tersebut.
Mantan pemain Manchester United yang kini berkarier di Inggris ini sempat menghabiskan masa kecilnya di pulau tersebut sebelum pindah ke Belanda dan membela tim nasional junior De Oranje.
Namun, saat harus memilih tim nasional senior, hatinya tetap tertambat pada tanah kelahirannya. Chong melakoni debutnya pada tahun 2025 dan langsung sukses membantu Curacao lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Mimpi jadi kenyataan
"Bisa berada di Piala Dunia bersama negara sekecil ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi kami semua. Prosesnya sangat panjang, terutama bagi pemain senior seperti kapten Leandro Bacuna dan kiper Eloy Room yang sudah mengabdi selama lebih dari 10 tahun." ungkap Chong dalam wawancara eksklusif bersama FIFA, Sabtu (6/6/2026).
Selain misi sejarah, turnamen ini juga menjadi refleksi personal yang unik bagi Chong. Ia mengenang masa kecilnya saat sang ayah sering mengajaknya menonton sepak bola. Kala itu, Chong kecil menolak dan menganggap sepak bola sebagai olahraga yang "bodoh".
Mimpi Chong jadi pesepak bola profesional
Semua berubah total saat ia menyaksikan final Piala Dunia 2006 antara Prancis dan Italia yang diwarnai drama tandukan Zinedine Zidane. Tangisannya saat Prancis kalah justru memicu impiannya untuk menjadi pesepak bola profesional. Sungguh tak disangka, 20 tahun kemudian, ia justru bersiap melakoni debut di ajang yang sama.
Kini, Chong mengemban misi besar untuk memperkenalkan sejarah dan kebudayaan negaranya ke panggung dunia melalui sepak bola. Di Piala Dunia 2026, Curacao akan bersaing ketat di Grup E bersama Jerman, Pantai Gading, dan Ekuador.
"Saya rasa pulau kami belum tidur sejak kami dipastikan lolos lima bulan lalu. Biasanya orang-orang di sana menjadi fans Brasil atau Argentina, tapi tahun ini berbeda. Semua orang bersatu demi Curacao," pungkasnya optimistis. (ACwan/aRsp)
Gen Z Takeaway
Dari yang tadinya nge-hate sepak bola dan dibilang "olahraga apaan sih," Tahith Chong malah sukses nge-carry negara sekecil Curacao cetak sejarah lolos ke World Cup 2026—bener-bener definisi from hater to history maker yang bikin satu pulau gagal tidur minimal lima bulan karena terlalu hype!









