Perkuat ASEAN–Korsel, Menlu RI Tekankan Pentingnya Kemitraan Ekonomi
astakom.com, Jakarta – Di tengah dinamika global yang serba cepat, penguatan ketahanan kawasan ASEAN dan Korea Selatan jadi agenda yang gak kalah pentingnya.
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan kalau kunci utama untuk menghadapi tantangan krisis di masa depan adalah dengan mempererat sinergi ekonomi kedua belah pihak.
Sinergi hadapi krisis global
Langkah konkret ini disampaikan langsung oleh Menlu Sugiono dalam forum Post-Ministerial Conference antara ASEAN dan Korea Selatan yang berlangsung di Manila, Filipina.
“Pembangunan kemitraan ekonomi antara ASEAN dan Korea Selatan yang lebih terintegrasi merupakan langkah awal dalam memperkuat kerja sama kedua pihak,” tutur Menlu RI Sugiono saat perjumpaan Post-Ministerial Conference antara ASEAN dan Korea Selatan di Manila, Filipina, dikutip oleh astakom pada Kamis,(23/07/2026).
Modernisasi perjanjian dagang
Menlu Sugiono menyoroti pentingnya momen pemutakhiran perjanjian kerja sama perdagangan bebas (FTA) antara ASEAN dan Korea Selatan yang dinilai sangat pas dengan kebutuhan zaman.
“Pemutakhiran ini akan membuat kemitraan ekonomi kedua pihak yang lebih modern, berorientasi ke depan dan semakin kokoh,” jelas Menlu Sugiono.
Langkah ini diyakini bakal jadi fresh bagi lanskap bisnis di kawasan. Sektor-sektor berbasis teknologi modern bakal terus didorong agar manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat luas.
“Perluasan pasar dagang digital dan sektor-sektor strategis lainnya akan membuka kesempatan baru bagi para pelaku bisnis dan masyarakat luas untuk meningkatkan kerja sama,” ungkap Menlu Sugiono.
Penerapan AI dan sektor real
Gak cuma soal perdagangan, transformasi digital juga diarahkan sampai ke sektor real yang menyentuh masyarakat bawah. Menlu Sugiono menilai konektivitas dan literasi digital adalah kunci utama untuk melakukan pembenahan.
“Sebagai contoh, smart agriculture dapat semakin membuka akses pasar dan kesempatan yang lebih luas bagi para petani,” sambung Menlu Sugiono.
Keseriusan dalam menggarap ekosistem digital ini juga terbukti dari project strategis kawasan. Peluncuran ASEAN-Korea High Performance Computing Facility di Jakarta pada bulan Juni 2026 menjadi simbol nyata komitmen bersama dalam memacu pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan riset berbasis data (data-driven research) di seluruh wilayah ASEAN.
Fondasi stabilitas geopolitik
Meski fokus pada ekspansi ekonomi dan kemajuan teknologi, Menlu Sugiono mengingatkan kalau ketahanan sejati tidak bisa dilepaskan dari stabilitas geopolitik dan rasa saling menghormati antarnegara.
“Pada akhirnya, ketahanan serta perdamaian dan stabilitas hanya akan dapat tercapai dengan multilateralisme, penghormatan terhadap hukum internasional dan pengedepanan prinsip-prinsip untuk penyelesaian konflik secara damai,” papar Menlu RI. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Kerja sama ASEAN–Korsel kali ini gak cuma urusan diplomatik formal, tapi high-key berdampak langsung ke ekosistem bisnis digital kita. Dengan fokus ke pemutakhiran perdagangan digital, smart agriculture, dan pusat komputasi AI (High Performance Computing Facility) di Jakarta, peluang buat anak muda masuk ke industri berbasis teknologi dan riset data-driven bakal makin terbuka lebar!










