Kolaborasi Masa Depan: ASEAN–Kanada Makin Gacor Perkuat Ekonomi, Pangan & Energi

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 23 Juli 2026 | 19:02 WIB
Kolaborasi Masa Depan: ASEAN–Kanada Makin Gacor Perkuat Ekonomi, Pangan & Energi
Kolaborasi Masa Depan: ASEAN–Kanada Makin Gacor Perkuat Ekonomi, Pangan & Energi (Kemlu RI)

astakom.com, Jakarta – Di tengah kondisi global yang makin unpredictable dan penuh ketidakpastian, Indonesia gak mau tinggal diam. Ketahanan ekonomi, pangan, dan energi jadi fokus utama yang didorong Indonesia buat memperkuat kemitraan strategis antara ASEAN dan Kanada

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, saat menghadiri ASEAN-Canada Post Ministerial Conference (PMC) di Manila, Filipina.

“Kemitraan ASEAN dan Kanada harus menjadi bagian dari solusi untuk membangun kawasan yang lebih tangguh, sejahtera, dan damai,” tutur Menlu Sugiono dikutip oleh astakom pada Kamis, (23/07/2026).

Percepat ACAFTA, UMKM go global

Di pilar ekonomi, Indonesia mendorong agar proses perundingan ASEAN-Canada Free Trade Agreement (ACAFTA) bisa rampung alias deal pada tahun ini.

Kehadiran perjanjian perdagangan bebas ini diyakini bakal memperluas akses pasar, memperkuat rantai pasok global, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta membuka peluang lebih lebar bagi pelaku UMKM untuk go international dan menembus pasar Amerika Utara.

Pasok pangan & pupuk potash

Tak hanya ekonomi, ketahanan pangan juga menjadi fondasi penting bagi ketangguhan kawasan. Kanada sebagai negara produsen dan eksportir potash terbesar di dunia punya posisi yang sangat strategis untuk menopang rantai pasok pangan dan produktivitas sektor pertanian di ASEAN.

Oleh karena itu, Indonesia mendorong optimalisasi ketahanan pangan, salah satunya melalui pemanfaatan kantor Indo-Pacific Agriculture and Agri-Food Office (IPAAO) yang telah didirikan Kanada di Asia Tenggara.

Fokus dialog energi 2026

Sektor energi turut menjadi sorotan utama. Indonesia menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi di bidang ketahanan energi demi menjaga stabilitas kawasan.

Langkah nyata awal yang disiapkan adalah penyelenggaraan Inaugural ASEAN–Canada Strategic Dialogue bertema keamanan energi yang dijadwalkan pada Juni 2026 mendatang.

50 tahun kemitraan strategis

Menlu RI juga menggarisbawahi krusialnya menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian. Indonesia mendorong penguatan agenda Youth, Peace, and Security melalui wadah ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (AIPR).

Di tengah meningkatnya tensi geopolitik dunia, Menlu menegaskan kalau semangat multilateralisme harus tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan, menegakkan hukum internasional secara konsisten, serta mencari solusi bersama atas berbagai konflik global, termasuk untuk Palestina.

Hubungan kemitraan antara ASEAN dan Kanada sendiri telah terjalin sejak tahun 1977 dan bakal memasuki momen emas 50 tahun pada tahun depan. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak resmi mengadopsi ASEAN-Canada Plan of Action 2026-2030 sebagai kompas strategis kerja sama lima tahun ke depan yang mencakup bidang politik-keamanan, ekonomi, sosial-budaya, hingga kerja sama lintas pilar. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Kolaborasi ASEAN–Kanada ini bukan cuma urusan diplomatik biasa, tapi dampak nyatanya berujung ke peluang besar buat anak muda. Mulai dari kemudahan UMKM lokal dan brand anak muda buat tembus pasar Amerika Utara lewat ACAFTA, sampai jaminan ketahanan pangan dan energi biar stabilitas ekonomi kawasan tetap terjaga. Ditambah lagi, ada wadah khusus buat dorong peran pemuda dalam isu perdamaian (Youth, Peace, and Security)—bukti kalau suara dan aksi generasi muda makin diperhitungkan di kancah global.

ASEAN Asean update Asean - Kanada Kanada

Infografis

Terkini