BGN Tunjuk Eks Direktur Kemenkes Jadi Deputi, Siap Perkuat Tata Kelola MBG

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 22 Juli 2026 | 08:30 WIB
BGN Tunjuk Eks Direktur Kemenkes Jadi Deputi, Siap Perkuat Tata Kelola MBG
Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Prima Yosephine (kanan) dan Sekretaris Utama Lili Khamiliyah usai dilantik saat konferensi pers Pimpinan Tinggi Madya BGN baru. [astakom/str-Fatih Rizqi Mubarak]

astakom.com, JakartaBadan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat jajaran kepemimpinannya untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkahnya ialah menunjuk mantan pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, M.K.M., sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola.

Prima menjadi satu dari lima pejabat tinggi madya yang baru diperkenalkan BGN berdasarkan Keputusan Presiden. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat sistem tata kelola lembaga sekaligus mendukung pelaksanaan program prioritas nasional tersebut.

Sebelum bergabung dengan BGN, Prima memiliki rekam jejak di Kementerian Kesehatan dengan menangani sejumlah program kesehatan masyarakat berskala nasional. Pengalaman itu dinilai menjadi bekal penting untuk mengawal tata kelola MBG agar berjalan lebih efektif, akuntabel, dan tepat sasaran.

"SDM itu memang hal yang penting. Di depan ada wajah-wajah baru Eselon 1 atau Deputi di BGN. Sesuai Pasal 59 Perpres No 83 tentang BGN itu untuk pejabat tinggi madya itu dapat dilakukan melalui penunjukkan langsung oleh presiden," kata Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/07/2026).

Rekam jejak di dunia kesehatan

Prima bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Kesehatan. Sebelum dipercaya memperkuat BGN, ia mengemban sejumlah jabatan strategis yang berkaitan dengan pengelolaan program kesehatan masyarakat nasional.

Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pengelolaan Imunisasi, kemudian dipercaya memimpin Direktorat Penyakit Menular. Selama menjalankan tugas tersebut, Prima terlibat dalam penguatan berbagai kebijakan kesehatan masyarakat, termasuk pengembangan program imunisasi yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

Dari sisi akademik, Prima merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU). Ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia (UI), yang memperkuat kompetensinya di bidang kesehatan masyarakat.

Menurut Agustina, pengalaman Prima menangani program kesehatan berskala nasional menjadi salah satu alasan BGN mempercayakan posisi Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola kepadanya. Rekam jejak tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan MBG yang mengandalkan tata kelola yang kuat, perencanaan berbasis data, serta koordinasi lintas sektor.

Jadi bagian penguatan kepemimpinan BGN

"Kemarin sore kami dapat Keppres yang ditandatangani pak Presiden, mengangkat beliau-beliau ini sebagai pejabat tinggi madya di lingkungan BGN. Tentu saja kami senang sebagai pimpinan BGN, karena memang kami membutuhkan tim, untuk bersama-sama memperbaiki BGN, memperbaiki program MBG," sambungnya. 

Sebelumnya, astakom.com melaporkan BGN resmi memperkenalkan lima pejabat tinggi baru yang akan mengisi jajaran kepemimpinan lembaga.

Selain Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, pejabat yang diperkenalkan yakni Lili Khamiliyah sebagai Sekretaris Utama, Zainuri sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, Mariman Darto sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama, serta Ketut Sumedana sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan.

Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan core foundation yang sangat krusial bagi keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.

BGN terus benahi tata kelola program MBG

Sejalan dengan penguatan organisasi, BGN saat ini juga tengah melakukan pembenahan pada sejumlah aspek pelaksanaan MBG. Fokus evaluasi diarahkan pada validasi data penerima manfaat agar program benar-benar menjangkau kelompok yang menjadi prioritas.

Selain itu, BGN juga mengevaluasi skema insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah tersebut dilakukan agar sistem yang diterapkan lebih proporsional dan mempertimbangkan perbedaan beban kerja maupun kondisi operasional di lapangan.

Dengan hadirnya jajaran pimpinan baru yang berasal dari beragam latar belakang birokrasi, BGN berharap proses pembenahan kelembagaan dapat berjalan lebih optimal sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin efektif, akuntabel, dan berkelanjutan. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Masuknya eks pejabat Kementerian Kesehatan ke jajaran pimpinan BGN memperlihatkan bahwa penguatan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya mengandalkan anggaran, tetapi juga pengalaman mengelola program nasional. Rekam jejak di bidang kesehatan masyarakat diharapkan dapat membawa tata kelola MBG menjadi lebih rapi, berbasis data, dan mampu menjangkau penerima manfaat secara lebih tepat sasaran.

BGN Badan Gizi Nasional (BGN) Badan Gizi Nasional Kemenkes Makan Bergizi Gratis (MBG)

Infografis

Terkini