Buntut 2 Gajah Mati di Bengkulu: Menhut Cabut Izin Dua Perusahaan Diduga Lakukan Illegal Logging
astakom.com, Jakarta — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni baru saja nge-drop keputusan tegas dengan resmi mencabut Persetujuan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dua perusahaan di Bengkulu.
"Ditemukan ada dua ekor gajah yang meninggal. Oleh karena itu, saya akan mencabut PBPH PT API (Anugerah Pratama Inspirasi) dan PT BAT (Bentara Alam Timber),” tutur Menhut dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
“Sekaligus saya sudah perintahkan kepada Gakkum (Balai Penegakan Hukum Kemenhut) agar indikasi pidana yang ada diteruskan, jadi tidak hanya sampai administratif pencabutan namun juga sampai ke pidana,” tambahnya.
Langkah instant karma ini diambil sebagai buntut dari kasus kematian dua ekor gajah sumatra di kawasan ekosistem Bentang Seblat yang bikin publik ikutan triggered. Keputusan ini diambil setelah Kementerian Kehutanan melakukan evaluasi mendalam terhadap aktivitas kedua perusahaan tersebut.
Pelanggaran yang ditemukan
Nggak cuma gagal paham soal restorasi, tim di lapangan juga nemu banyak pelanggaran lain di kawasan konsesi mereka yang bikin geleng-geleng kepala.
Mulai dari indikasi illegal logging sampai aksi nekat menanam kelapa sawit secara ilegal di area yang harusnya dilindungisebuah red flag besar yang bikin pemerintah langsung no debate buat cabut izin mereka.
“Kita ambil keputusan dua perusahaan, PT BAT dan PT API, untuk melakukan kewajiban restorasi ekosistem, dievaluasi, ternyata tidak dilakukan,” ujar Raja Juli.
“Yang pasti dua perusahaan ini tidak menjalankan tata guna atau governance yang semestinya dilakukan. Termasuk di dalamnya ada illegal logging dan penanaman sawit ilegal. Sudah mulai kita kuasai dengan mencabut kembali sawit-sawit yang ditanam, namun proses kewajiban mereka untuk melakukan restorasi tidak dijawab, maka saya perintahkan untuk dicabut,” sambungnya.
Investigasi kematian satwa tersebut
Terkait plot twist kematian tragis dua satwa dilindungi tersebut, pihak kementerian ogah berasumsi atau menebak-nebak tanpa bukti autentik.
Saat ini, proses investigasi mendalam sedang berjalan lewat prosedur nekropsi di laboratorium khusus kawasan Bogor untuk menguak fakta yang sebenarnya terjadi.
"Dalam konteks itu sekarang sedang necropsy, dicari penyebabnya apa. Sekarang sudah di lab di Bogor, nanti akan kita umumkan apa penyebabnya,” ujar Raja Juli.
Komitmen Presiden Prabowo
Menhut juga nge-spill kalau pemerintah saat ini tengah menggodok Instruksi Presiden (Inpres) yang fokus banget buat menyelamatkan populasi dan habitat gajah Sumatera serta Kalimantan.
Langkah all-in ini jadi bukti valid kalau Presiden Prabowo emang highkey serius dan nggak main-main dalam urusan menyelamatkan gajah dari kepunahan.
Biar proteksinya makin next level, pemerintah juga menyiapkan beberapa strategi taktis, mulai dari menyatukan kantong-kantong habitat gajah yang sempat terpisah, hingga merangkul masyarakat lokal dan aktivis lingkungan buat ikutan joint forces.
“Ini menunjukkan komitmen yang sangat kuat dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyelamatkan populasi gajah Sumatera dan Kalimantan terutama sekarang sedang masuk fase terancam punah,” pungkasnya.(aLf/aRsp)









