Kisah Tegar Anak Kembar di Trenggalek: Kejar Mimpi Jadi Pengusaha Lewat Sekolah Rakyat

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Senin, 25 Mei 2026 | 17:17 WIB
Kisah Tegar Anak Kembar di Trenggalek: Kejar Mimpi Jadi Pengusaha Lewat Sekolah Rakyat
Nur Khusnul Khotimah (Imah) dan Nur Uswatun Khasanah (Sanah) merupakan pelajar Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek. [Dok. Kemensos].

astakom.com, JakartaSekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek, Jawa Timur, kini menjadi tumpuan harapan bagi anak-anak korban keharmonisan keluarga (broken home) untuk tetap optimistis menatap masa depan. Salah satu kisah inspiratif datang dari pasangan kembar, Nur Khusnul Khotimah (Imah) dan Nur Uswatun Khasanah (Sanah).

Kakak beradik ini harus kehilangan kasih sayang sang ibu, Karyatun, yang pergi bekerja ke luar kota sejak mereka duduk di bangku kelas 4 SD. Mirisnya, sang ibu bersikap tak acuh, tidak pernah mengirim uang, bahkan menolak menemui mereka saat pulang ke kampung halaman.

"Ibu nggak mau ketemu kita. Terus ibuku tuh katanya ngomong ke orang-orang nggak kenal sama kita. Kita udah dibuang seperti sampah," ujar Imah dengan suara bergetar, dikutip astakom.com dari laman resmi Kemensos, Senin (25/05/2026).

Akibatnya, Imah dan Sanah hanya tinggal bersama sang ayah, Agus Sugono, yang sehari-hari bekerja sebagai penjual cimol di Alun-Alun Trenggalek dengan penghasilan tidak menentu.

Pilihan tepat menembus keterbatasan 

Enggan menyerah pada keadaan, Imah dan Sanah memilih melanjutkan pendidikan di SRT 50 Trenggalek. Langkah ini terbukti meringankan beban keluarga, karena seluruh kebutuhan sekolah dan konsumsi harian mereka ditanggung penuh pihak sekolah.

"Di sini semuanya sudah disediakan. Aku juga bisa makan enak tiap hari," kata Imah.

Sejak kecil, si kembar memang dikenal gigih membantu perekonomian keluarga dengan berjualan risoles. Kini, dengan dukungan fasilitas dari Sekolah Rakyat, keduanya fokus belajar demi mewujudkan cita-cita bersama, yaitu menjadi pengusaha.

Mereka bertekad mengubah roda nasib dan mengangkat derajat ekonomi sang ayah di masa depan. (ACwan/aNs)

Gen Z Takeaway

Kisah si kembar Imah dan Sanah ini adalah definisi riil dari mental health sekuat baja. Kena plot twist pahit karena ditolak ibu kandung dan ayah cuma jualan cimol, mereka menolak larut dalam sad vibes. Alih-alih menyerah, mereka milih hustle lewat Sekolah Rakyat demi kejar mimpi jadi pengusaha dan menaikkan derajat sang ayah. Big respect for their resilience!

sekolah rakyat Sekolah Rakyat Prabowo Kementerian Sosial Kemensos

Infografis

Terkini