Prank Manipulate Film 'Pesta Babi', Mama Sinta Curhat hingga Balik Arah Dukung PSN Papua!
astakom.com, Jakarta — Tokoh perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan asal Merauke, Yasinta Moiwend alias Mama Sinta, mendadak speak up dan mengaku kena plot twist pahit.
Mama Sinta mengekspresikan rasa kecewa berat setelah merasa diseret oleh oknum tertentu untuk menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan di Papua Selatan, hingga dijebak masuk ke dalam narasi negatif yang menyerang pemerintah lewat film berjudul "Pesta Babi".
"Sekarang saya tidak bergabung lagi dengan LBH mereka, saya sudah ambil keputusan sendiri. Jadi saya mau cari pekerjaan di perusahaan, cari pekerjaan karena rumah saya ingin direhab karena sudah tidak layak lagi," ungkap Mama Sinta dalam video yang beredar di media sosial, dikutip Minggu (24/5/2026).
Mama Sinta merasa kena maniputate!
Mama Sinta merasa kena manipulate setelah menyadari perjalanannya bolak-balik Papua, Jayapura, Makassar, hingga Jakarta selama enam bulan bersama lembaga hukum justru berakhir zonk.
Alih-alih mendapatkan kehidupan yang layak, ia mengaku hanya mendapat rasa lelah yang luar biasa, sementara kebutuhan riil keluarganya, termasuk lapangan kerja untuk ketiga anaknya agar bisa survive sehari-hari, malah terabaikan.
"Yang saya dapat cuma capeknya saja. Mereka fasilitasi, jadi kalau mereka fasilitas terus uang duduknya cuma Rp2 juta, Rp1,5 juta itu saja yang kami dapat dari mereka, LBH pusaka," kata Mama Sinta.
Awal Mama Sinta diajak
Awalnya, masyarakat adat Marind diajak oleh seorang pria bernama Aris untuk menyuarakan keresahan soal pembukaan lahan di Papua.
Namun, di luar prediksi (out of nowhere), pernyataan spontan tersebut justru digoreng hingga viral di media sosial dan berujung diproduksi menjadi sebuah film dokumenter, yang menurutnya sudah melenceng dari niat aslinya.
"Akhirnya saya sudah terlanjur viral di mana-mana sampai mereka sudah buat film Pesta Babi tanpa izin dari saya, tanpa sepengetahuan dari saya. Itu yang saya kecewa sekali sekarang dengan mereka LBH," ujar Mama Sinta yang wajahnya juga terpampang di poster film Pesta Babi.
Enggan terus-menerus terjebak dalam toxic relationship yang merugikannya, Mama Sinta memilih untuk mengambil langkah tegas (cutting ties) dan memutus komunikasi dengan pihak LBH Papua Pusaka.
Mama Sinta tegas dukung ketahanan pangan
Kini, demi masa depan yang lebih secure dan realistis bagi anak-anaknya, Mama Sinta memilih putar haluan untuk mendukung penuh program ketahanan pangan Pemerintahan Prabowo Subianto.
"Saya minta maaf sekali karena itu bukan kemauan saya, itu karena ajakan mereka. Saya juga tidak tahu ke depannya nanti terjadi seperti apa atau mereka bantu saya fasilitas punya rumah atau anak saya dipekerjakan, ternyata tidak ada," ujar Mama Sinta
"Pemerintah bisa membantu kita lewat perusahaan yang ada. Dan kami mendukung karena kami tidak punya apa-apa di kampung ini. Harapan kami cuma ke pemerintah, lewat pemerintah kerja sama dengan perusahaan dengan masyarakat, maka itu kami mau dukung, perusahaan boleh lanjut sampai kami bisa menikmati hasil yang perusahaan sudah berikan," tuturnya.












