KEK Batang Mau Jadi “Silicon Valley” Baru RI? Industri High-Tech Global Mulai Dipepet
astakom.com, Jakarta - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, terus memperkuat bisnisnya dengan memaksimalkan potensi investasi yang bisa digaet.
Salah satu industri yang mulai dijajaki yaitu sektor industri teknologi tinggi (High-tech industry). Sektor industri ini membuka peluang terhadap sejumlah potensi kolaborasi bersama para pelaku industri global.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati bilang kalau pihaknya akan memperkenalkan potensi investasi kepada para pelaku industri High tech global. Langkah ini juga diambil demi pengembangan bisnis jangka panjang.
"Caranya adalah dengan memperkenalkan potensi investasi guna memikat para pelaku global di (high-tech) industri ini, sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis jangka panjang kami," kata Indri dalam keterangan resminya, dikutip oleh astakom.com pada Senin (25/05/2026).
KEK Batang go global
Menurut Indri, langkah perkenalan itu yang jadi dasar terlibatnya KEK Industropolis Batang dalam Investment Business Forum Indonesia-Japan yang dilaksanakan secara kolaboratif bareng KBRI Tokyo, Bank Indonesia (BI) Tokyo, IIPC Tokyo (BKPM) dan JETRO di Bellesalle Kanda, Tokyo pada 22-24 Mei 2026 kemarin.
Selain itu, KEK Industropolis Batang juga melakukan kunjungan komparatif ke Tsubaka Science City untuk mengadopsi standar internasional guna mewujudkan kawasan industri masa depan yang sustainable.
Lebih lanjut lagi, Indri bilang kalau langkah strategis sengaja digagas buat mengevaluasi keberhasilan integrasi antara kawasan industri, pusat riset dan lingkungan permukiman berkualitas tinggi dengan tata kota yang berkelanjutan.
Perencanaan kota
Lewat benchmarking ini direncanakan sistem tata kota yang bisa memberikan daya tarik dan retensi talenta terampil kayak engineer, peneliti dan keluarganya.
"Dengan demikian, KEK Industropolis Batang diharapkan dapat berkembang secara lebih menyeluruh, tidak hanya sebagai pusat kegiatan industri dan tempat bekerja. Namun juga sebagai kawasan hunian yang ideal, melalui penerapan ruang terbuka hijau, sistem mobilitas yang efisien, serta pengelolaan energi dan lingkungan yang terintegrasi," kata Indri.
Related sama target investasi
Indri memaparkan, hal ini merupakan wujud dari visi Proyek Strategis Nasional yang melampaui konsep kawasan industri konvensional, di mana KEK Industropolis Batang berkomitmen untuk bertransformasi menjadi pusat inovasi berkelanjutan.
Strategi ini dilakukan lantaran related sama target investasi forum yang secara khusus membidik sektor-sektor masa depan, meliputi ekosistem kendaraan listrik (EV Ecosystem), peralatan medis (Medical Device), elektronik, hingga energi terbarukan (Renewable Energy).
KEK Industropolis
KEK Industropolis Batang (dikenal juga sebagai Grand Batang City) adalah proyek strategis nasional pemerintah untuk hilirisasi dan industrialisasi. Kawasan ini dikelola oleh PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), bagian dari Holding BUMN Danareksa.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis, 20 Maret 2025. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Indonesia sekaligus mendorong transformasi ekonomi nasional berbasis hilirisasi dan industrialisasi. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
KEK Industropolis Batang lagi all out ngejar investor industri high-tech global, dari EV sampai renewable energy. Mereka juga benchmarking ke Jepang buat bikin kawasan industri yang modern, green, dan nyaman buat talent tech tinggal. Targetnya bukan cuma jadi kawasan pabrik, tapi innovation hub masa depan Indonesia.











