Kawal Misi Penting Wakili Pemerintah: Menteri Sugiono OTW Open Debate DK PBB di New York

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:19 WIB
Kawal Misi Penting Wakili Pemerintah: Menteri Sugiono OTW Open Debate DK PBB di New York
Kemlu Ungkap: Menlu RI Siap Hadir Open Debate DK PBB di New York dan Maraton 18 Pertemuan Bilateral (astakom / alfian)

astakom.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, dijadwalkan bertolak ke New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri Pertemuan Debat Terbuka (Open Debate) Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) sekaligus menggelar maraton 18 pertemuan bilateral. ​Kepastian agenda strategis ini disampaikan oleh Juru Bicara 1 Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mwengkang, dalam press briefing berkala di Jakarta.

"Agenda Menteri Luar Negeri dalam waktu dekat. Bapak Menlu akan melakukan kunjungan kerja ke New York untuk menghadiri Open Debate Dewan Keamanan PBB yang bertemakan 'Upholding the Purposes and Principles of the UN Charter and Strengthening the UN-centered International System'," tutur Yvonne pada konferensi pers di Kantor Kemlu, Kamis silam (21/05/2026).

​Atasi krisis multilateralisme

​Pertemuan DK PBB kali ini digelar dalam situasi dunia yang krusial. Kemlu RI mencatat bahwa tatanan global saat ini sedang menghadapi tantangan berat berupa erosi kepercayaan terhadap institusi multilateral.

"Dan tentunya kita ketahui bersama, pertemuan ini berlangsung di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik,  konflik berkepanjangan, serta penerapan bumi internasional secara selektif yang menerus kepercayaan terhadap tanah global dan efektivitas multilateralisme saat ini" ucap Yvonne dalam press briefing berkala di Jakarta, Kamis silam (21/05/2026).

Hal ini dipicu oleh adanya penerapan aturan internasional secara selektif oleh sejumlah pihak, yang justru memperpanjang berbagai konflik di belahan dunia.

​Kehadiran Indonesia di New York membawa misi penting untuk memperkuat kembali komitmen global terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB.

Melalui forum ini, Indonesia akan menekankan kalau penyelesaian konflik secara damai dan penolakan terhadap segala upaya pelemahan institusi multilateral adalah harga mati demi menjaga hak-hak kedaulatan seluruh bangsa, khususnya negara-negara di kawasan Global South.

Dipimpin langsung Presidensi RRT

​Sesi Open Debate DK PBB yang berlangsung pada bulan Mei 2026 ini akan dipimpin langsung oleh Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT), selaku Presiden DK PBB untuk periode bulan ini.

"Ini akan dibimbing oleh Menlu RRT langsung selaku Presiden Dewan Keamanan PBB," paparnya.

Selain dihadiri oleh para menteri luar negeri negara anggota, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres juga dijadwalkan hadir.

"Sekjen PBB Antonio Guterres juga di Jakarta akan hadir menyampaikan briefing dalam pertemuan tersebut" sambungnya.

​Hingga saat ini, sekitar 17 hingga 18 menteri luar negeri dari berbagai negara mitra telah mengonfirmasi kehadiran mereka untuk berpartisipasi dalam debat terbuka tersebut.

​Kebut 18 pertemuan bilateral

​Di sela-sela padatnya agenda sidang utama di Markas Besar PBB, Menlu RI akan memaksimalkan diplomasi luar negeri Indonesia melalui pendekatan bilateral.

Kemlu mengonfirmasi kalau seluruh rangkaian pertemuan bilateral dengan belasan negara mitra tersebut akan dipadatkan dalam satu hari penuh, yakni pada tanggal 26.

"Di sela sela kunjungan ini, satu hari tanggal 26, Menlu RI juga akan melakukan bilateral dengan berbagai negara mitra" tuturnya.

"Sekitar 17 atau 18 Menlu telah konfirmasi hadir untuk berpartisipasi dalam open debate DK PBB ini" jelasnya.

​Pertemuan maraton ini akan digunakan Indonesia untuk memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari ketahanan pangan, energi, hingga perlindungan warga negara di luar negeri.

Sinkronisasi agenda global dan domestik

​Misi diplomatik ke New York ini berjalan beriringan dengan komitmen Indonesia yang terus vokal di berbagai forum internasional lainnya, seperti penguatan kemitraan di BRICS FMM baru-baru ini.

Pengawalan terhadap isu-isu keadilan hukum internasional tetap menjadi jangkar utama dalam setiap gerak diplomasi Indonesia di panggung dunia.

​Melalui partisipasi aktif dalam Open Debate DK PBB dan penguatan jaringan bilateral ini, Pemerintah Indonesia berharap dapat memberikan kontribusi nyata yang berdampak langsung pada penurunan tensi geopolitik.

Hasil dari rangkaian pertemuan tingkat tinggi di New York ini nantinya akan ditindaklanjuti secara konkret oleh jajaran kementerian guna memastikan kepentingan nasional tetap terjaga di tengah dinamika global. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Singkatnya, Menlu RI lagi mode hustle parah di New York! Nggak cuma datang buat dengerin pidato, tapi beneran bawa misi penting buat nge-fix krisis kepercayaan global yang lagi goyah akibat konflik sana-sini. Bayangin aja, harus ngebut 18 pertemuan bilateral cuma dalam waktu satu hari penuh! Ini sih definisi networking tingkat dewa demi mastiin posisi Indonesia tetap aman, vokal, dan dapet benefit nyata di kancah internasional. Real diplomatic masterclass!

Sugiono Update 2026 Menlu Sugiono DK PBB 2026 New York

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB