ASEAN Update: Indonesia dan Malaysia Soroti Sistem Baru Pekerja Migran

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:08 WIB
ASEAN Update: Indonesia dan Malaysia Soroti Sistem Baru Pekerja Migran
ASEAN Update: Indonesia dan Malaysia Soroti Sistem Baru Pekerja Migran (HO-KP2MI)

astakom.com, Jakarta - Dalam kunjungan kerjanya ke Kuala Lumpur, kemarin (21/05/2026), Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin melakukan diskusi intensif dengan Kementerian Sumber Manusia (KSM) Malaysia.

Pertemuan tersebut membahas langkah strategis terkait transformasi penempatan tenaga kerja migran yang berbasis pada keahlian.

Fokus kompetensi dan kesiapan hulu

"Kami sedang mempersiapkan ekosistem hulu dengan menggandeng sektor akademis. Melalui wadah ini, calon pekerja kita latih dan berikan skill baru sebelum resmi ditempatkan," ucap Mukhtarudin, dikutip oleh astakom pada Jumat, (22/5/2026).

Mukhtarudin menjelaskan kalau kebijakan tersebut sengaja ditempuh guna menjamin tenaga kerja yang dikirim ke negara tujuan mengantongi kompetensi tinggi.

Hal ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri global, khususnya di pasar Malaysia.

Di samping isu kompetensi, penguatan keselamatan pekerja menjadi poin krusial yang dibahas Mukhtarudin bersama Menteri Sumber Manusia Malaysia Dato' Sri Ramanan Ramakrishnan.

Pertemuan tersebut menekankan pentingnya membangun sistem pelindungan yang padu dan terintegrasi untuk menjamin hak-hak pekerja migran Indonesia.

Integrasi data lewat platform digital

Guna memperkuat akurasi data, Mukhtarudin membeberkan implementasi aplikasi Halo Migran.

Platform domestik ini berfungsi untuk menjaring data seluruh pekerja migran di Malaysia, terutama untuk memayungi para pekerja yang belum terregistrasi di sistem SISKOP2MI serta mereka yang sedang memperbarui masa Perjanjian Kerja (PK).

Ia pun menekankan kalau sistem pendataan tersebut dirancang sedemikian rupa agar sama sekali tidak merepotkan atau membebani para pekerja maupun otoritas Malaysia.

"Biaya dokumen dan jaminan sosial ditanggung oleh pemberi kerja. Pelaksanaannya pun dilakukan melalui kantor-kantor Perwakilan RI (KBRI/KJRI) tanpa menimbulkan kewajiban administratif baru bagi Pemerintah Malaysia," jelasnya.

Dorong pergeseran ke sektor formal

Indonesia juga mendesak adanya revisi kesepakatan bersama (MoU) dengan menggeser fokus secara besar-besaran ke ranah formal. Pergeseran ini diyakini bakal menjadi kunci dalam memperkuat sistem pelindungan serta menjamin kesejahteraan tenaga kerja yang lebih baik.

Hasil nyata dari dialog ini melahirkan komitmen yang menguntungkan bagi Indonesia dan Malaysia. Otoritas Malaysia pun menyambut baik dan siap menyokong penuh pemanfaatan aplikasi Halo Migran sebagai instrumen positif untuk menata ulang serta merapikan basis data tenaga kerja.

Sinergi dan pembentukan Satgas Bersama

Guna merancang langkah strategis ke depan, kedua negara sepakat membentuk Joint Working Group (JWG) atau Satuan Tugas (Satgas) Bersama.

Tim khusus ini nantinya mengemban mandat untuk menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan talenta, menyelaraskan standar kompetensi agar sesuai dengan kebutuhan industri di Malaysia, sekaligus memperkokoh sistem pelindungan pekerja.

Dukungan strategis secara langsung disampaikan oleh Menteri Sumber Manusia Malaysia Dato' Sri Ramanan Ramakrishnan.

Pihaknya mengapresiasi sekaligus menyambut baik terobosan modernisasi pelayanan yang diinisiasi oleh pihak Indonesia.

Guna merealisasikan komitmen tersebut, utusan dari Malaysia dijadwalkan bertandang ke Jakarta dalam waktu dekat demi mengikuti forum Joint Working Group (JWG). (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Singkatnya, ekosistem pekerja migran RI ke Malaysia mau di-level up habis! Gak ada lagi cerita modal nekat, sekarang semuanya kudu berbasis skill mumpuni lewat pelatihan di hulu sebelum berangkat. Plus, pelindungannya juga makin sat-set dan digital pakai aplikasi 'Halo Migran' biar anti-ribet dan transparan. Fix, ini langkah nyata biar tenaga kerja kita makin dihargai dan aman di kancah global!

Pekerja Migran Asean update Indonesia-Malaysia Migran

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB