Komisi V DPR RI Panggil Menhub-KAI, Minta Penjelasan Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:51 WIB
Komisi V DPR RI Panggil Menhub-KAI, Minta Penjelasan Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Komisi V DPR RI Gelar Rapat Kerja dan RDP dengan Menteri Perhubungan [Dok. TVR Parlemen]

astakom.com, Jakarta — Komisi V DPR panggil Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dan Dirut PT KAI Bobby Rasyidin soal insiden tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Jawa Barat, yang menewaskan 16 orang dan melukai puluhan penumpang.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan bahwa rapat dengar pendapat ini digelar khusus demi mengupas tuntas root cause dari insiden horor tersebut.

"Kami ingin mendapat penjelasan dari pemerintah, dari Menteri Perhubungan, nanti kalau dipandang perlu kita akan minta juga tanggapan dari Dirut PT KAI untuk menyampaikan beberapa hal yang dipandang perlu," ungkap Lasarus saat rapat Komisi V DPR RI bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/05/2026).

DPR menilai kecelakaan ini adalah wake-up call alias alarm keras kalau sistem keselamatan transportasi perkeretaapian nasional kita lagi gak baik-baik saja dan butuh pembenahan secara real-time.

DPR sorot sistem yang digunakan

Lasarus kemudian menanyakan kenapa KA Argo Bromo Anggrek bisa sampai hilang kendali dan langsung menghantam KRL yang lagi berhenti di depannya.

Ia minta penjelasan yang super transparan mengenai sistem yang digunakan sekarang, sehingga tidak bisa handle situasi.

"Kita, saya, tidak mengerti detail soal operasional kereta api, tapi akal sehat kita bisa berpikir pak, kalau sistemnya mengalami masalah, pasti kan jadwal keberangkatan masing-masing kereta ketahuan, itu apa namanya Pak Menteri schedule kereta? Gapeka, itu Grafik Perjalanan Kereta, di grafik itu kan pasti ketahuan kereta ini berada di mana, kemudian kira-kira posisinya di mana ketika ini terjadi," kata dia.

"Kemudian tenggat waktu antar kereta kalau tenggat waktu kita buat 5 menit, 7 menit, 10 menit, 8 menit, berapapun lah yang diatur, kan pasti ada hitungan teknisnya. Nah apakah hitungan itu sudah mencatat mana kala terjadi kecelakaan di depan bisa nggak dengan jarak menit yang ada bisa kendalikan situasi atau tidak?" timpalnya.

DPR tekankan keamanan penumpang

Lasarus juga me-remind bahwa aspek safety dan keamanan penumpang adalah harga mati yang wajib jadi top priority dalam penyelenggaraan transportasi publik, bukan cuma formalitas.

"Komisi V DPR RI selalu menekankan bahwa keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan adalah faktor mutlak dalam semua penyelenggara moda transportasi," tegasnya.

Komisi V DPR RI juga memantau ketat progress investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Yang terpenting juga, apa hasil dari KNKT terkait dengan hasil investigasi dari kecelakaan ini," tutur Lasarus. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Tabrakan KA di Bekasi Timur jadi alarm serius buat evaluasi sistem keselamatan perkeretaapian nasional. DPR mendorong pemerintah dan PT KAI lebih transparan soal akar masalahnya, karena aspek safety transportasi publik gak boleh cuma formalitas saat nyawa penumpang jadi taruhannya.

Komisi V DPR RI Menteri perhubungan Rapat Dengar Pendapat Kecelakaan Kereta

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB