Punya Bonus Demografi & SDA Melimpah, Presiden Prabowo: Pasar Domestik Bisa Selevel Eropa!
astakom.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto baru aja nge-spill optimisme tinggi. Presiden ke-8 RI ini menilai Indonesia punya modal yang bener-bener kuat banget buat bertransformasi jadi bangsa yang maju dan makmur.
Mulai dari posisi geografis yang strategis, sumber daya alam (SDA) yang melimpah, sampai bonus demografi. Semuanya jadi core value utama Indonesia di tengah dinamika global saat ini.
"Kita sesungguhnya memiliki modal yang sangat kuat untuk mewujudkan cita-cita dan harapan ini. Posisi geografis kita sangat strategis. Puluhan persen perdagangan dunia melalui perairan kita,” ujar Presiden Prabowo saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) pada Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/05/2026).
Local pride melimpah, pasar domestik siap saingi Eropa
Nggak tanggung-tanggung, Presiden Prabowo menyebut kalau kombinasi SDA dan besarnya pasar domestik kita itu berpotensi menyamai pasar Eropa. Main character energy banget,kan?
"Kita memiliki bonus demografi yang menopang konsumsi domestik dan pasar domestik yang besar. Pasar kita bisa sebesar Eropa," ucap Presiden RI.
"Sungguh sumber daya alam kita melimpah. Kita punya komoditas-komoditas yang sangat berharga. Batu bara kita, nikel kita, tembaga kita, minyak kelapa sawit kita, logam tanah jarang, kekayaan laut yang melimpah," imbuhnya.
Rajanya ekspor 3 komoditas
Bukan cuma omong kosong, Indonesia saat ini tercatat sebagai rajanya ekspor alias top tier global untuk tiga komoditas utama: minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy).
Pada 2026, misalnya, devisa ekspor kelapa sawit Indonesia berhasil menyentuh angka 23 miliar dolar AS (sekitar Rp391 triliun). Sementara itu, devisa dari batu bara sukses meraup 30 miliar dolar AS (Rp510 triliun), dan paduan besi menyumbang 16 miliar dolar AS (Rp272 triliun). Gila, flexing data yang bikin bangga!
Tapi tunggu dulu, rasio pendapatan negara masih agak flop?
Namun di balik semua potensi yang no debat kerennya itu, Presiden Prabowo juga memberikan realitas yang cukup menampar. Potensi ekonomi yang raksasa ini ternyata belum tercermin di angka penerimaan dan rasio belanja negara kita. Kasarnya, Indonesia masih mencatat tingkat penerimaan negara paling bontot di antara negara-negara G20.
"Hari ini Indonesia sebagai negara anggota G20 tapi rasio belanja negara kita terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) adalah yang paling rendah di antara negara-negara G20," beber Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo juga memaparkan perbandingan data biar kita semua melek sama kondisi aslinya. Berdasarkan data terbaru dari IMF (Dana Moneter Internasional), rasio pendapatan Indonesia emang lagi nggak baik-baik aja dibanding negara tetangga.
"Dari data terbaru IMF (Dana Moneter Internasional) kita bisa melihat rasio pendapatan Meksiko 25 persen dari PDB, India 20 persen dari PDB, Filipina 21 persen dari PDB, Kamboja saja 15 persen dari PDB, Indonesia 11 sampai 12 persen dari PDB," ungkap Presiden Prabowo.
Saatnya self-awareness dan berbenah!
Melihat fakta ini, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa buat nggak tinggal diam dan mulai self-correction demi masa depan ekonomi yang lebih mandiri.
"Kita harus introspeksi dan sadar dan berani bertanya, kenapa kita tidak bisa kelola ekonomi kita sehingga pendapatan negara kita bisa setara dengan negara-negara seperti Filipina, Meksiko? Sekarang pun kita masih di bawah Malaysia. Apa yang sebabkan kita tidak mampu? Bedanya apa kita sama orang Malaysia, orang Kamboja? Bedanya apa kita sama orang Filipina?" imbuh Presiden RI. (aNs/aRsp)
Gen Z Takeaway
Intinya Indonesia punya main character energy yang gede banget karena bonus demografi dan SDA melimpah yang bikin pasar domestik kita berpotensi selevel Eropa, bahkan kita sukses flexing jadi rajanya ekspor kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy di top tier global. Tapi plot twist-nya, ekonomi kita agak flop karena rasio pendapatan negara terhadap PDB masih paling bontot di antara negara G20—cuma 11-12% alias di bawah Kamboja—makanya Presiden Prabowo ngajak kita semua buat self-awareness, introspeksi, dan buruan berbenah biar potensinya nggak sia-sia.











