KSP: Indonesia Tegas Desak Israel Bebaskan Awak Kapal Misi Kemanusiaan!

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 20 Mei 2026 | 10:27 WIB
KSP: Indonesia Tegas Desak Israel Bebaskan Awak Kapal Misi Kemanusiaan!
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman memberikan keterangan pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa, (19/05/2026) [Dok. Kantor Staf Presiden]

astakom.com, Jakarta — Pemerintah Indonesia langsung mengambil sikap taktis dan mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal serta awak misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang ditahan secara sepihak.

Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan (Kastaf), Dudung Abdurachman, merespons eskalasi situasi yang dinilai sudah benar-benar cross the line di jalur maritim internasional.

"Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina secara hukum humaniter internasional," ungkap Dudung di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, kemarin (19/05/2026).

Langkah diplomasi luar negeri ini diambil setelah pemerintah pusat melakukan koordinasi intensif bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

Verifikasi posisi dan kondisi WNI

Dudung juga mengungkapkan kalau pemerintah gak berhenti memantau perkembangan lewat jaringan diplomatik Indonesia di luar negeri.

Terkait isu keselamatan, jaringan diplomatik Indonesia di luar negeri itu langsung bergerak untuk melakukan verifikasi menyeluruh di lapangan.

Perwakilan RI memastikan posisi serta memantau ketat kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi tersebut

Gandeng 9 negara

Gak sendirian, Indonesia juga menunjukkan solidarity goals dengan menggandeng sembilan negara lain lintas benua. 

Negara-negara tersebut yaitu Bangladesh, Turki, Kolombia, Brasil, Libya, Yordania, Maladewa, Spanyol, dan Pakistan.

Secara kolektif, sepuluh negara ini merilis joint statement resmi yang mengutuk keras tindakan represif militer Israel terhadap armada bantuan kemanusiaan tersebut.

"Indonesia juga telah bergabung dengan sembilan negara lainnya, yaitu Turki, Bangladesh, Brazil, Kolombia, Jordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol dalam suatu pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan Israel ke GSF, dan perwakilan RI terkait senantiasa dalam posisi siaga untuk segera menindaklanjuti notifikasi dan otoritas setempat," pungkas Dudung.

Respons cepat Kemlu RI

Sebelumnya, astakom.com melansir, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengecam keras tindakan militer Israel yang  menahan jurnalis Indonesia dalam rombongan kapal misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Siprus, Mediterania Timur.

"Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," ucap Juru Bicara 1 Kemlu Yvone Mewengkang berdasarkan rilis yang diterima astakom.com,  kemarin (19/05/2026). (aLf/ANs)

Gen Z Takeaway

Respons cepat Indonesia soal penahanan armada GSF 2.0 nunjukin kalau diplomasi RI tetap fokus pada perlindungan WNI dan isu kemanusiaan Palestina. Bareng sembilan negara lain, Indonesia juga kasih tekanan internasional agar bantuan kemanusiaan tetap berjalan sesuai hukum humaniter.

Kastaf Dudung Abdurachman Kantor Staf Presiden Global Sumud Flotilla Global Sumud WNI Jurnalis

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB