Sukamta Komisi I DPR Speak Up! Kecam Ulah Israel Tangkap 100 Aktivis Termasuk 4 Jurnalis Indonesia

Editor: Anri Syaiful
Selasa, 19 Mei 2026 | 11:07 WIB
Sukamta Komisi I DPR Speak Up! Kecam Ulah Israel Tangkap 100 Aktivis Termasuk 4 Jurnalis Indonesia
Kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 menuju Gaza. [Tangkapan Layar Instagram @chikifawzi]

astakom.com, Jakarta – Militer Israel (IDF) menangkap sekitar 100 aktivis setelah mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 yang tengah menuju Jalur Gaza di perairan internasional. Empat jurnalis Indonesia ikut serta dalam misi kemanusiaan tersebut.

Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Harian Republika. Selain itu, jurnalis dari Tempo, Andre Prasetyo Nugroho serta Rahendro Herubowo yang maju sebagai perwakilan jurnalis dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Langsung mengecam keras

Melihat tindakan semena-mena tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, langsung angkat bicara dan mengutuk keras aksi tersebut. Sukamta meminta pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah yang jauh lebih berani dan tegas.

"Saya mendukung pemerintah RI lebih tegas untuk mendesak DK PBB (Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan AS (Amerika Serikat) melobi Israel agar membebaskan para aktivis dan jurnalis Republika tersebut," ujar Sukamta, dilansir laman resmi DPR RI, disitat astakom.com pada Selasa (19/05/2026).

Menurut legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, tindakan Israel benar-benar red flag dan merusak suasana. Di saat dunia sedang sibuk mencari jalan keluar untuk meredam konflik antara Palestina-Israel serta ketegangan AS-Israel vs Iran, Negeri Zionis itu malah membuat manuver yang memperkeruh suasana dan sama sekali gak membantu proses perdamaian di Timur Tengah.

Rekam jejak Israel yang gak ada adab internasional

Sukamta juga menyoroti bagaimana Israel kerap kali mengabaikan aturan dunia. Namun, dengan adanya inisiatif perdamaian baru, harusnya mereka bisa sedikit mengerem ego mereka.

"Israel memang memiliki rekam jejak yang buruk soal kepatuhan terhadap perjanjian dan hukum internasional. Namun, dengan adanya Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden Trump (Presiden AS Donald Trump), seharusnya sikap Israel juga setidaknya sejalan dengan upaya BoP untuk mewujudkan perdamaian di Palestina," imbuh Sukamta.

Padahal, dalam situasi perang separah apa pun, hukum internasional sudah menjamin bahwa jurnalis dan pekerja kemanusiaan itu untouchable alias dilindungi oleh Piagam PBB.

Sebagai penutup, wakil rakyat asal Yogyakarta ini menegaskan bahwa dunia punya kekuatan hukum yang sah untuk menekan Israel agar segera membebaskan para sandera.

"Instrumen hukum internasional yang ada seharusnya sudah cukup untuk mendesak Israel membebaskan para aktivis dan jurnalis serta membuka blokade bantuan kemanusiaan," tegasnya. (aNs)

Gen Z Takeaway

Parah banget, Israel kena red flag lagi setelah nekat nyergap kapal kemanusiaan GSF 2026 di perairan internasional dan nahan sekitar 100 aktivis, termasuk empat jurnalis asal Indonesia dari Republika, Tempo, dan GPCI. Aksi semena-mena yang gak ada adab ini langsung bikin Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, ikutan speak up dan ngecam keras lewat statmennya yang minta pemerintah RI gerak cepat ngedesak DK PBB plus AS biar ngelobi Israel. Sukamta juga nge-spill kalau manuver Israel ini bener-bener ngerusak vibes damai yang lagi diusahain dunia—terutama lewat inisiasi Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump—padahal secara hukum internasional, jurnalis dan pekerja kemanusiaan itu aslinya untouchable alias wajib dilindungi. 

Global Sumud Global Sumud Flotilla Jurnalis WNI Gaza Komisi I DPR

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB