Soroti Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi, DPR Minta Evaluasi Sistem Perlintasan Menyeluruh

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: AR Purba
Selasa, 19 Mei 2026 | 21:01 WIB
Soroti Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi, DPR Minta Evaluasi Sistem Perlintasan Menyeluruh
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus (Dok. DPR RI)

astakom.com, Jakarta — Kejadian tragis tabrakan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam  silam, 27 April 2026, langsung dapat tanggapan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan kalau insiden ini harus jadi wake-up call alias momentum evaluasi total buat sistem perkeretaapian dan perhubungan di Indonesia.

Lasarus menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Mewakili seluruh jajaran Komisi V, ia mengirimkan belasungkawa buat keluarga korban yang ditinggalkan dan mendoakan agar korban yang luka-luka bisa fully recover secepatnya.

"Atas nama pimpinan dan seluruh anggota Komisi V, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban yang meninggal dunia, serta kepada korban luka berat maupun ringan, semoga segera diberikan kesembuhan,” ujar Lasarus, dalam diskusi Forum Dialektika yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bersama Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip dari laman DPR RI, Selasa (19/05/2026).

Soroti perlintasan sebidang tanpa pengamanan

Masuk ke akar masalah, Lasarus langsung spill fakta kalau core problem-nya ada pada perlintasan sebidang tanpa pengamanan.

"Kita sudah mengingatkan bahwa perlintasan sebidang itu sangat berbahaya dan telah berkali-kali memicu kecelakaan kereta api di negeri ini,” tegasnya.

Menurutnya, langkah ini krusial banget biar operasional kereta api bisa langsung balik normal, mengingat moda transportasi ini punya peran vital dan jadi andalan mobilitas harian masyarakat yang nggak boleh delay kelamaan.

Dorong pemerintah evaluasi menyeluruh

Lasarus mendorong pemerintah segera melakukan total overhaul alias evaluasi menyeluruh terhadap operasional perkeretaapian nasional.

Ia menegaskan jalur kereta idealnya harus steril total, sekaligus mendesak penataan ulang, penghapusan perlintasan sebidang yang berisiko, serta memperkuat koordinasi lintas sektor demi keselamatan publik yang lebih secure.

"Seharusnya jalur kereta api itu clear and clean, tidak boleh ada hambatan apa pun. Di banyak negara lain, kondisi seperti ini tidak ditemukan,” ujar Lasarus.

"Perlintasan sebidang yang tidak dijaga, bahkan yang liar, ini jumlahnya sangat banyak dan menjadi potensi kecelakaan jika tidak segera ditangani,” pungkas Lasarus.

Presiden Prabowo langsung minta investigasi

Sebelumnya, astakom.com melansir, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan mendadak ke RSUD Kota Bekasi pada Selasa pagi silam, 28 April 2026. Kedatangan RI 1 ini bertujuan untuk menjenguk langsung para korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang Line yang terjadi di area Stasiun Bekasi Timur.

Didampingi Seskab Teddy Indra Wijaya dan Mensesneg Prasetyo Hadi, Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 08.38 WIB.

Selain menyampaikan bela sungkawa yang mendalam, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan segera melakukan investigasi all-out untuk mengusut tuntas penyebab insiden maut tersebut. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Tragedi tabrakan kereta di Bekasi Timur jadi alarm serius buat evaluasi sistem perkeretaapian, terutama perlintasan sebidang tanpa pengamanan yang masih rawan kecelakaan. DPR dan Presiden Prabowo Subianto sama-sama mendorong investigasi dan pembenahan agar keselamatan publik benar-benar jadi prioritas.

Komisi V DPR RI Lasarus Kecelakaan Kereta Kecelakaan Kereta Api

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB