Menko Airlangga Bertemu Menlu Belarus, Spill Rencana Kunjungan Presiden Alexander Lukashenko ke Indonesia!
astakom.com, Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, baru aja menggelar pertemuan bilateral formal, tapi tetap vibing bareng Menteri Luar Negeri Belarus, Maxim Ryzhenkov, di Minsk pada Jumat (15/05/2026) waktu setempat. Pertemuan ini krusial banget buat mempererat hubungan ekonomi strategis kedua negara.
Gak cuma itu, momen ini juga jadi ajang buat mematangkan persiapan kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, ke Indonesia biar makin matang dan anti-fail.
Roadmap kerja sama biar gak sekadar wacana
Biar kunjungan Presiden Lukashenko nanti menghasilkan kesepakatan ekonomi yang nyata dan practical-oriented. Kedua menteri ini kemudian langsung membahas agenda konkret.
Salah satu deliverables utamanya adalah menyusun Roadmap Kerja Sama Indonesia-Belarus. "Dokumen tersebut akan menjadi peta jalan terukur, yang mencakup kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, kemanusiaan, sosial budaya dan lainnya," tulis Kemenko Perekonomian dalam rilisnya yang disitat astakom.com pada Sabtu (16/05/2026).
Spill rencana penerbangan langsung dan bebas visa
Ada kabar baik buat yang hobi traveling atau mau ekspansi bisnis. Kedua menteri berdiskusi serius mengenai wacana pembukaan penerbangan langsung antara Indonesia dan Belarus yang bakal diumumkan saat kunjungan presiden nanti.
Biar mobilitas makin lancar jaya, mereka juga membahas kemudahan visa serta rencana intensif untuk membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Minsk.
Kolaborasi sektor industri: dari EV sampai pupuk
Masuk ke sektor industri strategis, Indonesia dan Belarus sepakat buat saling support di bidang kendaraan listrik (EV) dan semikonduktor. Belarus juga siap mengamankan pasokan pupuk potash mereka yang melimpah ruah demi mendukung ketahanan pangan Indonesia.
Langkah ini klop banget dengan fokus pemerintah Indonesia yang lagi gencar memperkuat ekosistem industri hilir.
Update ratifikasi perjanjian dagang I-EAEU FTA
Sektor perdagangan juga dapet update penting terkait proses ratifikasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Menlu Ryzhenkov menyampaikan bahwa Parlemen Belarus telah meratifikasi perjanjian tersebut.
Saat ini dokumen berada di meja Presiden Belarus untuk ditandatangani. Kabar ini tentu jadi angin segar buat kelanjutan kerja sama ekonomi kedua negara.
Targetkan rampung di paruh kedua 2026
Merespons progres cepat dari pihak Belarus, Indonesia pun gak mau kalah set. Menko Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia menargetkan ratifikasi pada paruh kedua tahun 2026. Target ini dipasang demi memastikan semua payung hukum perdagangan internasional ini bisa berjalan sesuai rencana tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
Upgrade skill SDM lewat beasiswa berbasis STEM
Terakhir, mereka juga membahas program pengiriman pelajar dan tenaga profesional Indonesia ke institusi kesehatan standar tinggi di Belarus. Menko Airlangga menyambut baik usulan ini, tapi juga ngasih catatan penting.
Menko Airlangga menekankan agar program ini dapat diperluas ke bidang yang menjadi fokus dari Presiden RI, yaitu Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). (aNs)
Gen Z Takeaway
Pertemuan Menko Airlangga dengan Menlu Belarus di Minsk kemaren tuh fruitful banget! Intinya, mereka lagi nge-spill rencana kunjungan Presiden Alexander Lukashenko ke Indonesia, biar gak sekadar wacana, makanya langsung disusun roadmap kerja sama yang matang. Banyak agenda seru yang bakal di-lock, mulai dari wacana direct flight dan bebas visa, kolaborasi industri EV, pasokan pupuk potash, beasiswa berbasis STEM, sampai percepatan ratifikasi perjanjian dagang I-EAEU FTA yang ditargetkan kelar paruh kedua 2026 demi mempererat hubungan ekonomi kedua negara biar makin menyala!









