Thailand Open 2026: Isyana/Rinjani Kalah Terhormat Usai Duel Tiga Gim Lawan Rin/Kie
astakom.com, Jakarta – Pasangan ganda putri Indonesia, Isyana Syahira Meida dan Rinjani Kwinnara Nastine, tetap bersyukur atas pencapaian mereka di Thailand Open 2026 meski langkahnya harus terhenti di babak perempat final.
Menghadapi unggulan pertama asal Jepang, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi, Isyana/Rinjani memberikan perlawanan sengit hingga pertandingan harus berlangsung tiga gim.
Bermain di Nimibutr Stadium, Bangkok pada Jumat (15/5/2026), pasangan Indonesia akhirnya kalah dengan skor 12-21, 21-12, dan 17-21 dalam duel berdurasi 61 menit.
Bermain Enjoy
Isyana mengakui mereka sempat kesulitan menemukan ritme permainan di gim pertama. Namun, situasi berubah pada gim kedua ketika mereka mulai tampil lebih rileks dan percaya diri.
“Di gim kedua kami bisa bermain lebih enjoy dan fokus. Tapi di gim ketiga mereka memang lebih tenang pada poin-poin akhir,” ujar Isyana usai pertandingan, sebagaimana rilis PBSI.
Ia menilai laga tersebut menjadi pelajaran penting, terutama dalam menghadapi tekanan saat pertandingan memasuki momen krusial.
Pengalaman Berharga
Hal serupa juga disampaikan Rinjani. Ia mengaku mendapat banyak pengalaman berharga setelah menghadapi pasangan papan atas dunia.
Menurutnya, pertandingan ini menunjukkan bahwa pemain top dunia pun tetap bisa mengalami tekanan di lapangan, terutama saat kehilangan momentum permainan.
“Kami belajar banyak hari ini. Sayangnya di gim ketiga kami belum bisa memanfaatkan peluang sehingga mereka kembali mengontrol pertandingan di akhir,” kata Rinjani.
Tetap Bersyukur
Meski gagal melaju lebih jauh, pasangan peringkat 38 dunia itu tetap mensyukuri hasil yang diraih di Thailand Open. Mereka menilai pencapaian menembus perempat final menjadi modal positif untuk menghadapi turnamen berikutnya, Malaysia Masters 2026, yang akan berlangsung pekan depan.
Rinjani berharap pengalaman di Thailand Open bisa membuat mereka tampil lebih matang dan meraih hasil lebih baik pada turnamen selanjutnya.
Gen Z Takeaway
Walau langkahnya harus berhenti di perempat final, Isyana/Rinjani tetap pulang bawa banyak pelajaran. Mereka nunjukin mental berani lawan unggulan top dunia dan sempat bikin pertandingan jadi sengit sampai rubber game. Kekalahan ini bukan akhir, malah jadi modal penting buat naik level dan comeback lebih kuat di Malaysia Masters nanti.













