Indonesia-Jerman Collab! Infrastruktur Mutu Mulai Dipush, Produk Lokal Auto Naik Level
astakom.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia makin serius ngegas daya saing industri nasional lewat kolaborasi strategis bareng Jerman di sektor infrastruktur mutu.
Lewat forum 3rd High-Level Indonesian-German Annual Meeting on Quality Infrastructure yang digelar di Jakarta beberapa hari lalu, menjadi momentum yang penting buat dukung perkembangan industri dalam negeri supaya lebih berkualitas, kompetitif, adaptif dan berorientasi sama pasar global.
Lewat forum ini standardisasi industri sampai digitalisasi sistem infrastruktur mutu terus dipush supaya produk RI makin “naik kelas” dan pede bersaing di pasar internasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai penguatan sistem infrastruktur mutu adalah hal yang krusial buat tingkatin daya saing industri di era perdagangan global dan persaingan transformasi industri digital.
Perluas akses pasar global
"Kerja sama Indonesia dan Jerman di bidang quality infrastructure diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri nasional agar semakin kompetitif, adaptif terhadap perkembangan regulasi global, serta mampu memperluas akses pasar ekspor, khususnya ke kawasan Eropa," kata Menperin, Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta dikutip astakom.com pada Jumat (15/05/2026).
Agus menegaskan, infrastruktur mutu kini jadi fondasi penting supaya produk manufaktur Indonesia nggak cuma lolos standar internasional, tapi juga makin dipercaya pasar global.
Perketatan aturan dagang dan digitalisasi
Apalagi seperti yang kita tahu, saat ini banyak negara mulai memperketat aturan perdagangan berbasis keberlanjutan (sustainability), transparansi data produk, dan digital tracking rantai pasok.
Isu ini makin relate setelah Uni Eropa terus mempercepat implementasi kebijakan Digital Product Passport (DPP) yang bakal berlaku bertahap mulai 2027 untuk sejumlah sektor industri seperti baterai, tekstil, hingga elektronik.
Sistem ini nantinya bikin seluruh informasi produk, mulai dari bahan baku, jejak produksi, sampai aspek keberlanjutan bisa ditelusuri secara digital lewat QR code atau sistem terintegrasi lainnya.
Tandatangani work plan 2026-2027
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Emmy Suryandari mengatakan, penguatan infrastruktur mutu punya peran krusial buat ngepush daya saing industri nasional, perlindungan konsumen, hingga memperluas akses pasar internasional dan transformasi industri berkelanjutan.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi Indonesia dan Jerman buat hadapi tantangan global, termasuk harmonisasi regulasi teknis dan percepatan transformasi digital industri yang makin inovatif.
Dalam forum tersebut, kedua negara turut menandatangani Work Plan kerja sama Indonesia-Jerman periode 2026-2027 sebagai bentuk komitmen melanjutkan kolaborasi strategis di bidang quality infrastructure.\
3 Fokus utama pembahasan di forum
Ada tiga fokus utama yang dibahas dalam pertemuan ini. Pertama, harmonisasi sistem quality infrastructure dalam kerangka Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I–EU CEPA).
Sesi kedua membahas penguatan keselamatan dan kualitas produk lewat standardisasi nasional yang makin inline dengan sistem internasional. Di sesi ini juga disoroti soal pentingnya keterlibatan lembaga penilaian kesesuaian dalam mendukung kebijakan dan meningkatkan trust di pasar domestik maupun global.
Sementara sesi ketiga jadi salah satu topik paling hype karena membahas digitalisasi infrastruktur mutu dan kesiapan Indonesia menghadapi implementasi Digital Product Passport Uni Eropa. Pembahasannya mencakup arah kebijakan DPP, inisiatif digitalisasi quality infrastructure, hingga contoh implementasi DPP di sektor industri. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Pemerintah lagi serius upgrade kualitas industri RI bareng Jerman biar produk lokal makin kompetitif dan gampang tembus pasar global. Fokusnya nggak cuma standardisasi, tapi juga digital tracking produk ala Uni Eropa lewat sistem Digital Product Passport. Intinya, produk Indonesia disiapin buat lebih trusted, sustainable, dan nggak kalah saing di era industri digital.










