Menghadap Presiden Prabowo, Menko PM Sampaikan Target Pemerintah Turunkan Kemiskinan Esktrem 0% Tahun 2026
astakom.com, Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin, baru saja memberikan update yang cukup keren setelah menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Ia menegaskan bahwa pemerintah lagi "mode serius" untuk mengejar target penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Nggak main-main, Cak Imin optimistis angka kemiskinan ekstrem bisa menyentuh nol persen pada tahun 2026 lewat sinergi antar-lembaga yang lebih seamless.
“Ada 88 kabupaten/kota yang akan menjadi prioritas pengentasan kemiskinan supaya kabupaten/kota ini segera menjadi konsentrasi kementerian-kementerian dan lembaga agar kemiskinan ekstrem 0 persen 2026 bisa terwujud. Kita optimis dan yakin kemiskinan ekstrem 2026 0 persen, dan kemiskinan 5 persen di 2029," ungkap Cak Imin usai bertemu Presiden Prabowo, Selasa (12/05/2026).
UMKM dan ekonomi kreatif jadi kunci
Dalam keterangannya, Cak Imin menyoroti bahwa sektor UMKM dan ekonomi kreatif bakal jadi "pemeran utama" dalam strategi pengentasan kemiskinan kali ini.
Presiden sendiri disebut menaruh perhatian besar pada sektor ini karena dianggap sebagai instrumen paling powerful untuk menggerakkan ekonomi masyarakat bawah.
"Presiden memerintahkan jajaran kementerian dan lembaga agar terus memfasilitasi UMKM untuk tumbuh dan dapat fasilitas, terutama mendorong tempat-tempat yang idle milik BUMN dan lembaga digunakan oleh UMKM baik untuk pemasaran, display, maupun festival," ujar Cak Imin.
Cak Imin ajukan tambahan anggaran Rp1 triliun
Untuk mendukung misi besar tersebut, pemerintah sudah menyiapkan "amunisi" tambahan berupa anggaran yang cukup signifikan.
Cak Imin mengaku telah mengajukan dana sebesar Rp1 triliun yang dialokasikan khusus untuk memacu pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Langkah ini diharapkan bisa menjadi booster bagi para pelaku usaha lokal agar bisa naik kelas dan menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
"Tahun ini akan ada tambahan anggaran khusus untuk seluruh kegiatan UMKM dan ekonomi kreatif. Saya mengajukan tidak kurang dari 1 triliun dan insyaallah akan terus ditambah untuk kegiatan yang mendorong tumbuh kembangnya UMKM kita," terang Cak Imin.
Distribusi bantuan bakal di-upgrade
Selain fokus pada pemberdayaan, sektor perlindungan sosial juga bakal di-upgrade agar distribusinya lebih tepat sasaran.
Dengan total anggaran APBN yang mencapai Rp508,2 triliun untuk bansos, PKH, hingga JKN, pemerintah tidak ingin ada lagi cerita bantuan yang nyasar.
Kuncinya ada pada akurasi data yang harus benar-benar valid, sehingga anggaran jumbo tersebut benar-benar sampai ke tangan mereka yang membutuhkan.
"Yang baik itu bersifat bansos tunai maupun PKH maupun yang bersifat bantuan iuran untuk jaminan kesehatan nasional kita. dalam konteks ini subsidi energi diarahkan lebih tepat sasaran," tutur Cak Imin. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
Target kemiskinan ekstrem 0 persen di 2026 nunjukin pemerintah lagi serius memperkuat strategi pemberdayaan masyarakat. UMKM dan ekonomi kreatif didorong jadi penggerak utama ekonomi rakyat, sementara distribusi bansos juga diperbaiki agar makin tepat sasaran dan benar-benar terasa dampaknya di lapangan.











