Pasca Di-spill Mahasiswa, Mentan Amran Sat-Set Beresin Mafia Pertanian

Editor: Anri Syaiful
Kamis, 7 Mei 2026 | 12:13 WIB
Pasca Di-spill Mahasiswa, Mentan Amran Sat-Set Beresin Mafia Pertanian
Mentan Andi Amran Sulaiman merespons cepat dan terbuka terhadap aspirasi mahasiswa saat berdiskusi bersama BEM se-Indonesia di Jakarta, Rabu (06/05/2026). [Kementan]

astakom.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman baru aja nunjukin aksi sat-set pas ketemu perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia di Jakarta, kemarin (06/05/2026).

Nggak pakai lama, Mentan langsung action dengerin keluhan soal bawang merah ilegal di Sumatera Utara (Sumut) dan drama pupuk subsidi yang langka di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di depan 118 mahasiswa, beliau langsung angkat telepon buat koordinasi sama aparat di daerah biar masalah ini segera tuntas tanpa tapi.

Nggak mau ada pembiaran

Gebrakan ini dapet apresiasi positif karena Mentan nggak mau ada pembiaran terhadap praktik yang ngerugiin petani lokal. Menteri Amran bahkan kasih statement tegas soal oknum nakal yang mainin harga pasar.

“Nah itu ditangkap, masukkan penjara. Kapan negeri ini bisa makmur kalau ada pembiaran? Sama dengan beternak kejahatan di republik ini,” ujarnya, dilansir laman resmi Kementan pada Kamis (07/05/2026).

Mahasiswa asal NTB juga curhat soal pupuk subsidi yang malah nggak nyampe ke tangan petani gara-gara oknum nggak jelas. Mentan Amran langsung janji bakal deep dive buat nelusuri jalur distribusi di lapangan biar nggak ada lagi penyimpangan.

Mahasiswa diharapkan jadi mitra yang kritis, tapi tetap no cap alias berbasis data. “Kita butuh pengkritik yang konstruktif. Bukan fitnah, tapi kritik berbasis data. Kita buka apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi,” imbuhnya.

Ada 76 tersangka

Nggak cuma gertak sambal, Kementan emang lagi mode savage buat berantas korupsi di sektor pangan. Sampai saat ini, udah ada 76 tersangka yang diproses hukum demi bersihin sektor pertanian dari tangan-tangan kotor.

“Ada koruptor, kita penjarakan. Di sektor pertanian sudah 76 tersangka. Ini bukti bahwa kita tidak main-main,” tegas Mentan yang bikin suasana diskusi makin terasa impactful.

Koordinator BEM SI wilayah Sumut, Muzan Mirisan, ngerasa kalau cara komunikasi Mentan kali ini emang valid dan transparan banget. Mahasiswa berharap setelah momen "tumpah curhat" ini, mafia bawang merah ilegal bisa bener-bener dibasmi sampai akar-akarnya.

Lewat dialog ini, pemerintah pengen buktiin kalau setiap aspirasi anak muda itu penting dan bakal langsung ditindaklanjuti secara transparan serta tegas. (aNs)

Gen Z Takeaway

Gebrakan Mentan Amran Sulaiman bener-bener real no fek pas dengerin keluhan BEM SI soal mafia bawang ilegal dan drama pupuk subsidi yang bikin petani struggle. Nggak pakai lama, beliau langsung mode sat-set telepon aparat buat sikat oknum nakal, bahkan udah ada 76 tersangka yang kena kick masuk penjara demi bersihin sektor pangan dari koruptor. Mentan pengen mahasiswa jadi mitra yang kritis tapi tetep valid berbasis data, ngebuktiin kalau Kementan sekarang lagi savage banget berantas mafia biar pertanian kita makin slay dan transparan.

kementan Mafia Pertanian BEM Bawang Merah Ilegal Kelangkaan Pupuk Subsidi

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB