Indikator Growth Ekonomi Indonesia Positif: Apple Semakin Merapat, RI Masuk List “Hot Market”
astakom.com, Jakarta - Persaingan pasar smartphone global makin brutal, brand saling sikut buat rebut perhatian user. Di tengah kondisi itu, Apple justru makin agresif “merayu” pasar negara berkembang, termasuk Indonesia yang mulai dilirik serius sebagai ladang pertumbuhan baru.
Negara Indonesia bahkan dimention langsung dalam laporan kinerja terbaru Apple sebagai pasar dengan pertumbuhan dua digit.
“Kami tumbuh baik di pasar developed maupun emerging, dengan pertumbuhan dua digit di banyak negara berkembang, termasuk India dan Indonesia,” kata Chief Financial Officer Apple, Kevan Parekh dikutip dari berbagai sumber pada Rabu (6/5/2026).
Sinyal positif ini juga ditegasin CEO Apple, Tim Cook. Ia bilang, Apple mencetak rekor pendapatan di kuartal Maret dan ngelihat pertumbuhan dobel digit di hampir semua pasar emerging, alias negara yang lagi naik kelas dari berkembang menuju maju.
Pasar Indonesia potensial
Cook juga ngehighlight potensi pasar kayak India, yang didorong oleh pertumbuhan kelas menengah mereka dan banyaknya user baru di India yang mulai masuk ke ekosistem Apple.
Walau nggak blak-blakan sebutin angka spesifik buat Indonesia, tapi dengan nyebutin nama Indonesia ini nunjukin kalau pasar dalam negeri mulai punya peran penting di strategi ekspansi Apple di Asia Pasifik.
Momentum ini datang pas performa global Apple lagi on fire. Di laporan keuangan akhir April, Apple mencatat pendapatan 111,2 miliar dollar AS (sekitar Rp1.881 triliun) di kuartal Maret 2026, naik 17 persen yoy dan jadi rekor baru.
Rekor tertinggi pengguna Apple
Dari total itu, penjualan produk nyumbang 80,2 miliar dollar AS (Rp1.357 triliun), naik 17 persen. Sementara layanan (services) nyetak 31 miliar dollar AS (Rp524 triliun), dan nunjukin pertumbuhan sebanyak 16 persen.
Apple juga ngantongin laba bersih 29,6 miliar dollar AS (sekitar Rp500 triliun), dengan laba per saham 2,01 dollar AS, melonjak 22 persen dibanding tahun lalu.
Secara global, basis pengguna Apple kini tembus lebih dari 2,5 miliar perangkat aktif. Angka ini jadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Apple.
iPhone produk backbone
Dari sisi produk, iPhone masih jadi mesin utama. Pendapatan iPhone nyentuh 57 miliar dollar AS (Rp964 triliun), naik 22 persen yoy, didorong performa seri iPhone 17.
“IPhone tumbuh dua digit di sebagian besar pasar yang kami pantau, termasuk AS, Amerika Latin, China, Eropa Barat, India, Jepang, dan Asia Tenggara,” kata Parekh.
Nggak cuma itu, tingkat kepuasan pengguna iPhone 17 di AS bahkan tembus 99 persen menurut survei 451 Research.
Produk dan ekosistem Apple
Di lini lain, Mac mencatat pendapatan 8,4 miliar dollar AS (Rp142 triliun), naik 6 persen, ditopang produk baru seperti MacBook Neo. Pertumbuhan ini juga didorong banyaknya user baru yang bikin basis pengguna Mac makin luas.
Sementara iPad nyumbang 6,9 miliar dollar AS (Rp116 triliun), naik 8 persen berkat model terbaru dengan chip A16 dan M5.
Menariknya, Apple bilang mayoritas pembeli di berbagai lini produknya sekarang datang dari pengguna baru. Artinya, makin banyak orang yang first time masuk ke ekosistem Apple dan ini jadi booster utama di pasar emerging, termasuk Indonesia.
Di Indonesia sendiri, gerak Apple nggak cuma soal jualan device. Mereka juga lagi gaspol investasi. Mulai dari rencana suntikan dana 1 miliar dollar AS (Rp16,9 triliun) sampai pengembangan ekosistem developer.
Program Apple di Indonesia
Apple juga udah ngejalanin program kayak Apple Developer Academy dan Apple Developer Institute, yang fokus nge-build talenta di bidang teknologi. Mulai dari AI, pengembangan aplikasi, sampai kewirausahaan digital.
Bahkan, April lalu Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Apple ngeresmikan lima Apple Developer Institute di beberapa kota di Indonesia seperti Surabaya, Tangerang, Batam, dan Jakarta. Program ini nyasar pelajar, calon developer, sampai profesional.
Langkah ini nunjukin satu hal, Apple nggak cuma ngelihat Indonesia sebagai market doang, tapi juga sebagai bagian dari long term game mereka.
Gen Z Takeaway
Apple lagi all-in ke pasar emerging, dan Indonesia masuk radar utama sebagai growth engine baru. Di tengah global competition yang makin savage, Apple bukan cuma jualan device tapi juga build ecosystem lewat investasi dan developer program. Intinya: RI bukan sekadar market, tapi udah masuk long-term strategy Apple di Asia.










