Menlu Sugiono Pererat Kolaborasi RI-Laos: Dari Pupuk hingga Keamanan

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 5 Mei 2026 | 11:01 WIB
Menlu Sugiono Pererat Kolaborasi RI-Laos: Dari Pupuk hingga Keamanan
Menlu Sugiono Pererat Kolaborasi RI-Laos: Dari Pupuk hingga Keamanan (Kementerian Luar Negeri RI)

astakom.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menyambut kunjungan kerja Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Republik Demokratik Rakyat Laos, Thongsavan Phomvihane, di Jakarta, kemarin (04/05/2026).

Pertemuan ini mengutamakan upaya mempererat kemitraan antara Indonesia dan Laos, dengan fokus khusus pada persiapan menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang akan dirayakan pada tahun 2027.

Road to 70 tahun diplomasi

"Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemitraan kedua negara baik di bidang politik, ekonomi, maupun people-to-people contact,” ucap Menlu Sugiono, dikutip dari pernyataan Kementerian Luar Negeri pada Selasa (05/05/2026).

Kedua pihak menegaskan perlunya menghidupkan kembali mekanisme Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) sebagai wadah utama untuk memperkuat implementasi kerja sama yang lebih nyata antara kedua negara.

Lawan cybercrime & human trafficking

Dalam aspek politik dan keamanan, kedua negara menyoroti meningkatnya kasus kejahatan lintas negara seperti penipuan daring dan perdagangan orang, yang juga melibatkan Warga Negara Indonesia.

Menteri Luar Negeri Sugiono menggarisbawahi pentingnya penerapan yang efektif dari kerangka kerja sama yang telah disepakati guna memastikan stabilitas keamanan regional.

Kedua Menteri mendiskusikan langkah-langkah untuk mendorong perdagangan, investasi, konektivitas, serta pariwisata sebagai pilar utama penggerak ekonomi.  

Kunci Ketahanan Pangan

Indonesia menggarisbawahi pentingnya memperkuat kerja sama strategis di sektor potash, yang berperan sebagai bahan baku pupuk dan berpotensi menjadi proyek unggulan dalam mendukung ketahanan pangan nasional maupun regional.

Di sisi lain, Indonesia juga memberikan dukungan penuh terhadap upaya Laos dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Kedua Menteri Luar Negeri sepakat kalau kolaborasi antar masyarakat perlu ditingkatkan melalui program pendidikan, pertukaran pemuda, dan inisiatif budaya.

Mereka juga menyoroti kesamaan nilai-nilai serta warisan budaya yang menjadi modal penting dalam mempererat hubungan di tingkat masyarakat.

Menjaga Sentralitas ASEAN

Dalam diskusi terkait isu regional dan global, kedua Menteri menekankan pentingnya mempertahankan persatuan dan sentralitas ASEAN di tengah perubahan dinamika geopolitik.

Mereka menggarisbawahi perlunya memperkuat kerja sama antar negara anggota ASEAN, sambil mendorong nilai dialog, saling menghormati, dan membangun kepercayaan untuk memastikan perdamaian dan stabilitas kawasan.

Kunjungan ini menandai kali pertama Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Laos mengunjungi negara di kawasan Asia Tenggara sejak pembentukan pemerintahan baru Laos pada bulan Maret lalu.

Pertemuan tersebut menunjukkan upaya aktif Indonesia dalam mempererat kerja sama dengan negara-negara tetangga, sekaligus menekankan posisi Indonesia sebagai mitra strategis bagi Laos di kawasan. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Diplomasi bukan cuma soal jabat tangan formal, tapi juga aksi nyata buat ngelindungin kita dari online scams dan human trafficking yang makin marak di ASEAN. Selain itu, kolaborasi di sektor potash (bahan pupuk) ini penting banget buat mastiin ketahanan pangan kita aman di masa depan. Basically, it’s about making our region safer and more sustainable for the next generation!

Menlu Sugiono Laos Kerjasama Indonesia Kerjasama Indonesia - Laos

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB