Menghadap Korlantas Polri, Operator Taksi Green SM Diingatkan Penguatan Tata Kelola Keselamatan Transportasi

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: AR Purba
Selasa, 5 Mei 2026 | 19:03 WIB
Menghadap Korlantas Polri, Operator Taksi Green SM Diingatkan Penguatan Tata Kelola Keselamatan Transportasi
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menerima audiensi manajemen Taksi Green SM (Dok. Korlantas Polri)

astakom.com, JakartaKorlantas Polri memberi himbauan kepada manajemen taksi Green SM untuk memperkuat tata kelola transportasi dan standar keselamatan jalan raya.

Langkah pembinaan ini diambil guna menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui pengawasan yang lebih ketat terhadap manajemen perusahaan dan perilaku pengemudi di lapangan.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa penyebab kecelakaan tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai kesalahan manusia (human error) semata.

"Tidak absolut kesalahan (hanya) ada pada pengemudi. Bisa juga dari kendaraan atau manajemen. Bahkan korporasi bisa ikut bertanggung jawab," ujar Agus, Selasa (5/5/2026).

Sistem pengawasan perusahaan transportasi

Dalam pertemuan tersebut, Korlantas mendorong implementasi sistem Traffic Attitude Record (TAR) yang terintegrasi langsung dengan data tilang elektronik (ETLE).

Sistem ini dirancang untuk memantau rekam jejak perilaku berkendara para sopir taksi secara transparan, sehingga kompetensi dan kepatuhan mereka terhadap aturan lalu lintas dapat terukur secara berkala.

"Tidak bangga melakukan penegakan hukum, tapi akan senang ketika bisa kolaborasi dan komunikasi dengan mitra untuk mencari solusi terbaik," ujar Agus.

Green SM akan evaluasi operasional

Menanggapi inisiatif tersebut, Direktur Taksi Green SM, Denny Gunawan, menyatakan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional perusahaan.

Ia mengakui adanya urgensi untuk meningkatkan pembinaan bagi para pengemudi guna memastikan setiap armada yang beroperasi berada di bawah kendali SDM yang berkualitas.

"Kami melihat masih ada area yang bisa ditingkatkan, seperti pelatihan kembali. Bagaimana membangun budaya agar driver menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama," pungkas Denny.

Kontroversi armada taksi Green SM di perlintasan kereta api

Dilansir dari pemberitaan astakom.com pada Selasa pekan lalu (28/4/2026) berdasarkan kronologi dari warga yang diterima redaksi astakom.com, terjadi kecelakaan fatal di perlintasan kereta api yang melibatkan armada taksi Green SM. 

Kejadian tersebut bermula ketika KRL dari arah Cikarang-Bekasi menabrak ‘taksi hijau’ yang diduga mogok saat penyeberangan perlintasan rel.

Karenanya, KRL lain dari arah Jakarta-Cikarang terhenti di Stasiun Bekasi Timur setelah menuruni penumpang.

KRL yang tengah terhenti tersebut tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek yang melaju.

Sebagai langkah konkret, Green SM kini tengah menyiapkan program pelatihan ulang terstandar yang berfokus pada pembangunan budaya keselamatan.

"Dengan kolaborasi ini kami berharap edukasi dari pihak yang berkompeten bisa menjadi tolok ukur bagi driver untuk tidak mengulangi pelanggaran," pungkas Denny.(aLf/aRsp)

Gen Z Takeaway

Kolaborasi Korlantas dan Green SM ini nunjukin pendekatan baru soal keselamatan jalan: nggak cuma nyalahin driver, tapi lihat sistem dari kendaraan, manajemen, sampai korporasi. Lewat integrasi TAR dan ETLE, pengawasan jadi lebih terukur, sementara perusahaan didorong benahi pelatihan dan budaya safety, jadi arahnya ke pencegahan yang lebih sistemik.

Korlantas Polri Kakorlantas Polri Green SM Taksi Green SM Kecelakaan Kereta Api

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB