Gudang Bulog Full! Menteri BP BUMN Dony Oskaria Spill Indonesia Serius Persiapkan Swasembada Beras
astakom.com, Jakarta - Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria, ngespill visi dan program besar pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto pada bidang ekonomi dan pangan. Salah satu yang di-highlight Dony adalah soal keseriusan pemerintah menyiapkan ketahanan pangan Indonesia kedepan.
Di acara The Forum, yang digelar akhir pekan lalu di Jakarta itu, Dony bilang kalau Indonesia saat ini sudah mencapai swasembada beras.
Capaian ini menjadi suatu hal yang positif sesuai dengan paparannya soal negara yang berkelanjutan adalah negara yang memiliki kemampuan dan kekuatan di bidang pangan.
Di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, tercatat beras mencapai surplus. Bahkan Dony bilang pihaknya saat ini lagi mau mencoba menambah stok gudang penyimpanan beras, untuk menampung beras hasil pertanian.
4 Fundamental Pillars of Economic Growth
"Saya hari ini kehabisan gudang-gudang bulog, harus menambah lagi dana supaya bulog mampu untuk mengabsorp, mengambil seluruh hasil pertanian daripada rakyat kita," kata Dony Oskaria di bilangan Jakarta, dikutip pada Senin (4/05/2026).
Kemandirian ini menjadi pilar yang penting buat membangun suatu bangsa yang berkelanjutan. Di forum itu, Dony Oskaria memaparkan empat pilar fundamental untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, atau disebut juga sebagai "Four Fundamental Pillars of Economic Growth."
Pilar pertama yaitu berisi tentang ketahanan pangan dan swasembada. Selanjutnya pilar kedua tentang ketahanan energi dan hilirisasi DME/Biofuel.
Pilar ketiga yaitu ketahanan SDM dan program makan bergizi gratis, termasuk program modernisasi pendidikan dan sekolah rakyat, selanjutnya pilar keempat ketahanan ekonomi dan pembentukan Danantara.
Stok beras mencapai 5 juta ton
Dilansir dari redaksi astakom.com, per bulan April, stok atau ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Diketahui stok beras di gudang Bulog per April ini mencapai 5 juta ton.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman bilang kalau capaian dan tingginya stok itu jadi indikator kuat bahwa produksi beras dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan nasional. Artinya Indonesia nggak harus bergantung sama beras impor.
Optimis 2026 nggak impor beras
Andi Amran optimis kalau sepanjang 2026 nggak ada impor beras, karena ketersediaan CBP yang mencapai 5 juta ton.
"Indonesia pernah impor beras 2023 dan 2024, 7 juta ton dengan jagung, kurang lebih Rp100 triliun. Alhamdulillah kita tidak impor di 2025. Insyaallah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kolaborasi," kata Amran dikutip dari astakom.com, pada Senin (4/05/2026).
Sewa gudang tambahan
Andi Amran bilang kalau pemerintah menyewa gudang yang berkapasitas 2 juta ton buat mengatasi lonjakan beras yang secara perhitungan terus menunjukkan tren positif. Jadi kalau misalkan ada lonjakan stok lagi dalam waktu dekat, pemerintah sudah siap menampungnya di gudang yang disewa.
"Totalnya gudang kapasitas di sini saja, Karawang, kita sewa 102.000 ton, yang sudah terisi 80.000 ton. Mungkin dua minggu ke depan ini penuh lagi," katanya.
"Sekarang kita sudah sewa gudang seluruh Indonesia, 2 juta ton, kapasitas gudang kita hanya 3 juta ton, dan kita sudah sewa lagi kurang lebih 1 juta ton kapasitasnya," dia melanjutkan.(Shnty/aRsp)
Gen Z Takeaway
Indonesia lagi flex soal pangan—stok beras tembus 5 juta ton dan diklaim udah swasembada, even sampai gudang Bulog kewalahan nampung. Pemerintah push empat pilar ekonomi, dari food security sampai energi dan SDM, biar growth lebih sustain. Vibes-nya: 2026 ditargetin no import beras, as long as produksi domestik tetap strong dan supply chain ke-manage.









