Bobibos RON 98 Masuk Radar Pemerintah, Solusi Baru di Tengah Ancaman Krisis Energi Fosil

Pewarta: Shintya
Editor: AR Purba
Sabtu, 2 Mei 2026 | 14:06 WIB
Bobibos RON 98 Masuk Radar Pemerintah, Solusi Baru di Tengah Ancaman Krisis Energi Fosil
Bobibos RON 98 Masuk Radar Pemerintah, Solusi Baru di Tengah Ancaman Krisis Energi (gambar: Instagram Bobibos_)

astakom.com, Jakarta - Pemerintah terus melakukan pengujian terhadap inovasi energi baru atau renewable energy terutama untuk pengganti bahan bakar minyak dari fosil. Salah satunya pada Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos (Bobibos).

PT Inti Sinergi Formula selaku penemu dan pengembang Bobibos diminta fokus sama pemerintah buat kembangkan bahan bakar berjenis bensin karena dari hasil uji lab Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) jenis bensin Bobibos mengandung angka oktana riset atau RON 98,1 dengan metode uji ASTM D 2699-19e1.

Dari hasil uji laboratorium Lemigas itu, jenis bensin Bobibos mengandung RON 98,1 artinya punya kualitas tinggi, setara bensin premium kelas atas seperti Pertamax Turbo. Karena hasilnya bagus, Ditjen Migas Kementerian ESDM meminta pengembang fokus dulu ke pengembangan versi bensinnya.

Walaupun kualitasnya tinggi (RON 98), tapi harganya ditargetkan lebih murah, jadi bisa digunakan sebagai alternatif buat masyarakat.

Fokus pada pengembangan jenis bensin

"Hasil uji pertama sudah jelas dan clear, Bobibos memiliki RON 98. Dan itu yang mengeluarkan hasil labnya, Lemigas juga," kata Komisaris Utama PT Inti Sinergi Formula, Mulyadi, kepada Tempo, dikutip pada Sabtu (2/05/2026).

"Jadi kami diminta fokus pada pengembangan Bobibos jenis bensin oleh Ditjen Migas Kementerian ESDM," Mulyadi menegaskan.

Seperti yang diketahui, saat ini dunia dihadapkan pada kekhawatiran global di sektor energi, salah satunya karena gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz. 

Bobibos potensial

Kalau jalur ini terganggu, pasokan minyak dunia bisa tersendat dan menyebabkan harga BBM naik. Di situasi itu, Indonesia butuh alternatif selain BBM berbasis minyak bumi.

Nah, melihat situasi itu Mulyadi bilang kalau Bobibos diklaim jadi salah satu solusi karena bahan bakunya dari jerami (nabati) sehingga nggak bergantung pada minyak impor. Selain itu bisa diproduksi dalam negeri dan membuat Indonesia lebih mandiri energi.

Selanjutnya Bobibos juga dianggap sebagai energi potensial yang lebih murah dan bisa bantu tekan dampak kenaikan harga BBM.

Dukung pemerintah ciptakan energi alternatif

Menurut Mulyadi, Bobibos bisa jadi “penyangga” kalau terjadi krisis energiSekaligus mendukung upaya pemerintah mencari energi alternatif dan mengurangi ketergantungan pada BBM fosil.

"Nah Bobibos menjawab itu semua. Kita punya alternatif bahan bakar nabati, juga ongkos produksi dan jualnya saya katakan sangat murah," kata Mulyadi.

"Bobibos RON 98 harganya empat sampai lima ribu rupiah, jauh dibandingkan RON 98 dari BBM yang paling murah saja 15 hingga 20 ribuan. Jadi bisa menjadi alternatif bagi masyarakat dan seluruh rakyat Indonesia," jelasnya.

Mulyadi bilang kalau Bobibos nggak cuma dikembangkan di Indonesia, tapi juga sudah mulai ekspansi ke luar negeri, yaitu ke Timor Leste. Perusahaan pengembangnya, PT Inti Sinergi Formula, udah bikin kerja sama (MoU) dengan Timor Agranova SA untuk mengembangkan teknologi Bobibos di sana, lalu memproduksi dalam skala besar (massal). 

Berharap bisa produksi massal di Indonesia

Bahkan disebutkan kalau produksi sudah mulai berjalan di Timor Leste menggunakan bahan baku jerami (limbah pertanian) dan diproses pakai mesin biokimia milik PT Inti Sinergi Formula.

"Di Timor Leste kami sudah produksi. Tinggal menunggu waktu yang pas untuk launching massalnya, karena Perdana Menteri dan Presiden Timor Leste akan ikut hadir bersama. Semoga setelah itu kita juga produksi massal di Indonesia," beber Mulyadi.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra ini bilang kalau Bobibos bakal punya potensi besar kalau Bobibos bisa diproduksi massal dan diizinkan beredar di pasar sebagai energi atau bahan bakar alternatif, at least Indonesia punya delapan keuntungan.

Delapan keuntungan 

Pertama, meringankan dan membantu masyarakat mendapat bahan bakar yang jauh lebih murah dari BBM. Kedua, dari segi kualitas Bobibos memiliki RON 98. Ketiga, bahan bakar ramah lingkungan karena dari nabati. 

Keempat, menambah pendapatan petani beras karena limbah jeraminya bisa dijual untuk bahan baku. Kelima, membantu meringankan keuangan negara karena impor BBM akan otomatis berkurang.

"Keenam dan ketujuhnya membantu pemerintah mengurangi pengangguran karena kami pasti membuka lapangan kerja yang besar, serta meningkatkan perputaran uang di daerah lebih besar. Yang kedelapan, jika sawah dan jumlah panen ditingkatkan, maka kemandirian energi semakin nyata karena sawah bukan saja jadi tempat kemandirian pangan, tapi bisa jadi sumber kemandirian energi," ucap Mulyadi.(Shnty/aRsp)

Gen Z Takeaway

BBM lokal Bobibos lagi naik hype karena hasil uji Lemigas nunjukin RON 98, tapi diklaim bisa dijual jauh lebih murah—low cost, high quality. Pemerintah lewat Ditjen Migas Kementerian ESDM minta fokus ke bensin karena potensial jadi alternatif di tengah isu krisis energi global. Bahkan udah ekspansi ke Timor Leste, tinggal nunggu scale up buat buktiin ini real deal atau sekadar wacana.

BOBIBOS biofuel Renewable Energy

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB