Fix! Komisi V DPR Minta KNKT Deep Dive Kecelakaan Kereta di Bekasi Sampai Tuntas
astakom.com, Jakarta – Tragedi tabrakan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, kemarin malam (27/04/2026) benar-benar bikin publik shock dan berduka. Pun demikian kalangan Parlemen, salah satu disuarakan Fraksi Partai Gerindra di DPR.
Kapoksi Gerindra Komisi V DPR Danang Wicaksana Sulistya langsung gercep minta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) buat turun tangan melakukan investigasi menyeluruh supaya masalah ini terang benderang.
Korban jiwa belasan orang
Insiden yang merenggut nyawa paling tidak belasan orang dan melukai puluhan penumpang itu kini menjadi perhatian serius publik, sementara penyebab pasti kecelakaan masih didalami otoritas terkait.
Berdasarkan informasi yang dihimpun astakom.com hingga Selasa (28/04/2026) petang, tercatat 15 orang meninggal dunia. Sedangkan dari sekitar 86 korban luka sebagian sudah diizinkan pulang dari sejumlah rumah sakit di kawasan Bekasi.
Perlu investigasi komprehensif
Danang menegaskan kalau penyebab kecelakaan ini nggak boleh dibiarin clueless dan harus diusut tuntas demi keamanan bersama. Dia menyoroti apakah ada masalah teknis atau murni kelalaian manusia di balik kejadian ini.
Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (28/04/2026), Danang berujar investigasi komprehensif sangat penting. Terutama buat mengungkap secara detail faktor penyebab insiden. Sekaligus mencegah tragedi serupa kembali terjadi di masa mendatang.
"Perlu investigasi lebih lanjut oleh KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) untuk mengetahui secara detail penyebab kecelakaan ini. Apakah faktor teknis, human error atau masalah di perlintasan,” ujarnya.
Informasi awal rangkaian kecelakaan
Danang menjelaskan, merujuk informasi awal, rangkaian kecelakaan diduga bermula dari insiden di perlintasan sebidang JPL 85 yang melibatkan sebuah taksi listrik hijau Green SM. Gangguan di titik tersebut diduga memicu rangkaian kejadian lanjutan hingga terjadi tabrakan antara dua kereta di emplasemen Bekasi Timur.
Lantaran itulah, masih menurut Danang, Komisi V DPR RI akan terus memantau perkembangan investigasi dan meminta seluruh pihak terkait, termasuk operator perkeretaapian dan otoritas perhubungan, untuk segera melakukan evaluasi serius terhadap standar keselamatan perjalanan kereta api.
Fokus pada perlintasan sebidang
Boleh dibilang, masalah perlintasan sebidang emang sering banget jadi red flag dalam keselamatan transportasi darat.
Terkait hal itu Danang menjelaskan perhatian khusus harus diberikan pada perlintasan sebidang. Sebab, hingga kini masih menjadi salah satu titik rawan kecelakaan transportasi darat dan perkeretaapian.
Danang menekankan pula pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan perlintasan. Mulai dari penggunaan teknologi, kesiapan petugas penjaga, hingga peningkatan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas di jalur rel.
"Kami berharap hasil investigasi KNKT nantinya dapat menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi perkeretaapian di Indonesia," Danang memungkasi.
KNKT memulai investigasi
Pihak KNKT sendiri sudah mulai action di lapangan. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono beserta tim investigator perkeretaapian melakukan investigasi serta tinjauan lapangan terhadap proses evakuasi atas kejadian insiden antara KA Bromo Anggrek menemper KRL TM 6024 di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, KNKT juga turut mendampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Semua itu untuk memastikan proses penanganan berjalan secara komprehensif.
"Rangkaian kegiatan hari ini diakhiri dengan simulasi persinyalan bersama PT KAI, PT LEN, serta Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian, sebagai upaya pengumpulan data pendukung guna mengungkap penyebab kecelakaan secara menyeluruh," demikian keterangan KNKT melalui akun di Instagram, @knkt_ri, Selasa (28/04/2026) disitat astakom.com. (aNs/aRsp)
Gen Z Takeaway
Parah banget, tragedi tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur kemarin bener-bener bikin shock karena makan belasan korban jiwa, sampai Komisi V DPR langsung spill tuntutan ke KNKT buat gercep investigasi tuntas. Diduga pemicunya gara-gara drama taksi listrik di perlintasan sebidang yang ngerembet ke sistem persinyalan, makanya sekarang pemerintah lagi sibuk deep dive dan simulasi bareng para ahli biar nggak ada lagi kejadian maut yang bikin anxiety pas naik transportasi umum.











