Optimisme Presiden Prabowo Pacu Kemenperin Percepat Transisi Energi, Ini Strategi Barunya!

Pewarta: Shintya
Editor: AR Purba
Kamis, 23 April 2026 | 22:22 WIB
Optimisme Presiden Prabowo Pacu Kemenperin Percepat Transisi Energi, Ini Strategi Barunya!
Optimisme Presiden Prabowo Pacu Kemenperin Percepat Transisi Energi, Ini Strategi Barunya! [astakom/str-Wahyu Majiah]

astakom.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkomitmen untuk melakukan percepatan transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Salah satu langkah yang diambil Kemenperin buat melakukan akselerasi yaitu penguatan ekosistem industri kendaraan listrik.

Strategi ini diambil sesuai dengan rencana optimisme Presiden Prabowo Subianto terhadap kemajuan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang bilang kalau pemerintah pengen jadi early adopter bagi kendaraan listrik produksi dalam negeri.

"Pemerintah serius membangun industri kendaraan listrik nasional secara menyeluruh. Kami tidak hanya mendorong sisi produksi, tetapi juga memberikan sinyal pasar yang kuat dengan menjadikan pemerintah sebagai early adopter bagi kendaraan listrik produksi dalam negeri," kata Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta, dikutip pada Kamis (23/4/2026).

Industri KBLBB tumbuh 140 persen

Kemenperin menyampaikan data soal pasar industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan eksponensial dengan tingkat Compound Annual Growth Rate (CAGR) lebih dari 140 persen dalam lima tahun ke belakang.

Angka itu diikuti dengan pangsa pasar kendaraan berbasis listrik yang terus meningkat.

Di tahun 2025, market share kendaraan listrik menembus angka 21,71 persen, yang terdiri dari battery electric vehicle (BEV) sebesar 12,93 persen, hybrid electric vehicle (HEV) sebesar 8,13 persen, dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) sebesar 0,65 persen.

Dari sisi produksi KBLBB tunjukkan tren positif

Sedangkan dari sisi produksi, kendaraan berbasis listrik terhadap total produksi nasional menunjukkan tren positif bahkan capaiannya sebesar 11,1 persen pada tahun 2025.

Capaian itu bakal terus melanjutkan tren positif lantaran di tahun 2026 ini sejumlah pabrik baru yang ikut program insentif kendaraan listrik dalam kondisi completely built up (CBU) mulai beroperasi.

Hal ini diharapkan bisa memperkuat kapasitas produksi sekaligus memperluas variasi pilihan kendaraan listrik buat masyarakat.

Collab sama sektor swasta

Penguatan industri kendaraan listrik nasional juga didukung sama ekosistem yang semakin terintegrasi dari hulu ke hilir.

Selain itu dalam hal ini, Indonesia punya keunggulan dibanding negara-negara lain karena punya rantai pasok baterai kendaraan listrik yang mencakup proses refinery, produksi sel baterai, hingga pengolahan ulang (recycling).

Ditambah lagi pemerintah terus memperkuat aturan supaya kendaraan listrik makin diminati, salah satunya dengan cara menggandeng atau collab dengan sektor swasta.

"Pemerintah juga terus memperkuat regulasi guna memberikan kepastian usaha bagi pelaku industri sekaligus mendorong adopsi kendaraan listrik di masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta pun menjadi faktor kunci dalam mempercepat pengembangan industri ini," kata Menperin.(Shnty/aRsp)

Gen Z Takeaway

Pemerintah lagi all-in push kendaraan listrik, bahkan siap jadi early adopter buat produk lokal biar demand naik. Market EV lagi ngebut banget—growth gila (CAGR 140%) dan share udah 21%+, ditopang produksi yang ikut naik. Plus, ekosistem dari hulu ke hilir (baterai sampai recycling) + kolaborasi swasta bikin Indonesia pede jadi key player EV.

Kemenperin Energi Baru Terbarukan Mobil Listrik

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB