Beras RI Sempat Terkendala Akibat Eskalasi, Menhaj Pastikan Pangan Jemaah Aman

Pewarta: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 22 April 2026 | 20:57 WIB
Beras RI Sempat Terkendala Akibat Eskalasi, Menhaj Pastikan Pangan Jemaah Aman
Menteri Haji, Gus Irfan. Beras RI Sempat Terkendala Akibat Eskalasi, Menhaj Pastikan Pangan Jemaah Aman (astakom/Nadiah)

astakom.com, Jakarta - Keberangkatan jemaah haji Indonesia kloter pertama resmi dibuka dan dilepas oleh Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf atau yang sering disapa Gus Irfan.

Di kesempatan itu, Menhaj, Gus Irfan mengonfirmasi kesiapan pangan buat jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Menurutnya ketersediaan pangan di sana dalam kondisi siap.

Sebelumnya Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) merencanakan beras akan dikirim atau disuplai dari Indonesia sebagai menu utama jemaah haji Indonesia.

Tapi ternyata Gus Irfan menyebut hal itu belum terealisasi sempurna, lantaran distribusinya terkendala oleh eskalasi di Timur Tengah.

"Kita kemarin udah mengapalkan beras, tapi begitu dikapalkan besoknya sudah perang, sehingga berasnya nggak jadi berangkat," kata Menhaj Gus Irfan, saat ditemui oleh Astakom.com, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten pada Rabu (22/4/2026).

Ketersediaan pangan di Tanah Suci aman

Kemenhaj sendiri udah mencoba berbagai upaya untuk bisa menyuplai pangan dari Indonesia sebagaimana plan sebelumnya. 

Meski begitu, Irfan memastikan ketersediaan pangan di Tanah Suci buat jemaah haji Indonesia aman.

"Tapi kita udah mencoba untuk berbagai kemungkinan. Tapi Insya Allah pangan aman," katanya.

Sebagian kecil, pangan dikirim dari Indonesia

Lebih lanjut, Irfan menjelaskan ketersediaan pangan buat jemaah haji sebagian kecil tetap dikirim dari Indonesia.

"Untuk pangan sendiri sebagian kecil dari Indonesia," jelasnya.

Irfan juga bilang kalau urusan makan, jemaah haji Indonesia sudah dikoordinasikan dengan pihak katering di Tanah Suci.

"Sudah koordinasi dengan katering di sana," tambahnya.

Keinginan buat mandiri pangan saat ibadah haji

Dilansir dari redaksi astakom.com, sebelumnya Indonesia berkeinginan untuk mandiri secara pangan selama pelaksanaan ibadah haji. Kemenhaj, per bulan Januari sudah mulai mewujudkan langkah tersebut.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj, Jaenal Effendi menilai bahwa Indonesia perlu untuk mengurangi ketergantungan pasokan beras konsumsi jamaah haji.

Bahkan, Jaenal Effendi bilang bahwa pemanfaatan beras lokal saat ini jadi prioritas utama buat mendorong ekosistem ekonomi haji nasional.

Ditjen PE2HU juga telah memperkirakan kebutuhan beras mencapai sekitar 3.913 ton untuk 205.420 anggota jemaah dan petugas haji pada musim 1447 H/2026 M. Angka kebutuhan ini dihitung dari asumsi konsumsi rata-rata 150 gram per porsi untuk 127 kali makan selama masa operasional haji. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Keberangkatan haji 2026 udah resmi jalan, dan soal makanan jamaah dipastikan tetap aman. Sempat ada plan kirim beras dari Indonesia, tapi gagal karena konflik Timur Tengah bikin distribusi ke-hold. Solusinya, kebutuhan pangan tetap di-cover lewat katering lokal plus sedikit supply dari Indonesia, jadi overall masih safe.

Haji 2026 Haji Kementerian Haji dan Umrah Kementan dan Perum Bulog Jemaah Haji Indonesia

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB