Ekspor Tekstil 2025 Surplus, Mendag Sebut Ekosistem RI Salah Satu yang Paling Lengkap
astakom.com, Jakarta - Industri tekstil memberikan laporan capaian yang positif sepanjang tahun 2025. Fyi, kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia berhasil mencatatkan tren positif.
Budi Santoso selaku Menteri Perdagangan (Mendag), membeberkan nilai ekspor TPT nasional mencapai USD11,98 miliar. Bahkan industri ini berhasil surplus sebesar USD2,81 miliar.
Budi menilai capaian itu menunjukkan kualitas produk tekstil Indonesia yang bisa bersaing di pasar global. Menurutnya kekuatan utama industri TPT nasional ada di ekosistemnya yang udah terintegrasi dari hulu ke hilir.
"Ekosistem tekstil dan produk tekstil kita terlihat sangat bagus. Saya kira ekosistem (tekstil) kita paling lengkap mulai dari bahan baku, pabriknya, distribusinya, desainernya, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)-nya ada semua dan bisa berjalan dengan baik," kata Budi selaku Mendag dikutip pada Sabtu (18/4/2026).
Kualitas kita mampu bersaing
Dia juga bilang bahwa kualitas produk yang unggul jadi kunci dalam menghadapi persaingan global sekaligus mengendalikan laju impor.
Produk Indonesia yang laris ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing dengan produk lain, atau berdaya saing yang kuat, baik di pasar domestik maupun internasional.
Optimalisasi perjanjian dagang
Supaya ekspor ini makin kuat, Budi menekankan optimalisasi berbagai perjanjian dagang yang udah dimiliki Indonesia. Salah satu pasar utama yang terus dijaga adalah Amerika Serikat.
Diketahui, pasar Amerika Serikat mencatatkan nilai ekspor Indonesia sekitar USD30 miliar dengan surplus mencapai USD18,11 miliar pada 2025.
"Oleh karena itu, kita jaga dan optimalkan pasar AS," kata Budi.
Pelaku dan industri tekstil resilien
Lebih lanjut, Budi mengatakan bahwa di tengah kondisi geopolitik saat ini yang memberikan tantangan dan dampak di berbagai sektor industri, termasuk tekstil, tapi dia menilai pelaku industri tekstil nasional tetap menunjukkan ketahanan dan mampu beradaptasi.
“Secara global semua sama-sama terkena imbas perang. Tapi, saya tanya (pelaku usaha) langsung tadi, teman-teman justru sanggup berdaya saing. Teman-teman sanggup berkompetisi dengan produk-produk asing karena ekosistem kita lebih lengkap dibanding negara lain,” katanya.(shnty/aRsp)
Gen Z Takeaway
Industri tekstil RI lagi perform, ekspor tembus hampir USD12 miliar dan surplus gede, proof kalau produk lokal masih competitive di pasar global. Kuncinya ada di ekosistem yang solid dari hulu ke hilir plus pasar AS yang tetap dijaga. Intinya, sektor TPT lagi show up sebagai mesin ekspor yang masih tahan banting.










