Produksi Pupuk Urea Made in Indonesia Berlebih, Jadi Primadona Ekspor Global hingga ke Australia

Editor: Shintya
Kamis, 16 April 2026 | 14:43 WIB
Produksi Pupuk Urea Made in Indonesia Berlebih, Jadi Primadona Ekspor Global hingga ke Australia
Geopolitik Global Memanas, Urea RI Jadi Primadona Ekspor Termasuk Australia (Dok. Kementan)

astakom.com, Jakarta - Dalam kunjungan Duta Besar Australia ke Kementerian Pertanian RI pada Rabu (15/4/2026), Australia membuka peluang kerja sama dengan Indonesia di bidang pertanian, khususnya soal impor pupuk urea.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, menyebutkan bahwa kondisi geopolitik global saat ini memengaruhi distribusi pupuk dunia, sehingga minat terhadap urea Indonesia meningkat.

Ia menjelaskan bahwa sepertiga pasokan pupuk dunia melalui jalur perdagangan internasional termasuk Selat Hormuz  yang saat ini jalurnya diperketat, telah memengaruhi pasokan pupuk global.

"Dengan adanya disrupsi ini, banyak negara membutuhkan urea. Indonesia memiliki keunggulan karena mampu memproduksi urea dari gas alam domestik, sehingga kita tidak bergantung pada impor untuk komoditas tersebut," katanya.

Indonesia berpotensi ekspor pupuk

Wamentan menyampaikan kalau kapasitas produksi pupuk urea nasional yang dikelola PT Pupuk Indonesia (Persero) mencapai sekitar 9,36 juta ton sampai 9,4 juta ton per tahun.

Tahun ini, 2026 target produksi urea mencapai 7,8 juta ton, dengan kebutuhan subsidi 6,3 juta ton. Dari angka yang udah diproyeksikan itu, ada potensi ekspor 1,5 juta ton untuk mengamankan stok domestik.

Kebutuhan petani nasional jadi prioritas

Surplus dan ketersediaan pupuk ini membuka peluang ekspor ke berbagai negara, termasuk Australia. Meski begitu,  Wamentan tetap mengedepankan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

“Kebutuhan pupuk untuk petani Indonesia adalah super prioritas. Setelah itu terpenuhi, baru sisa produksi dapat dialokasikan untuk ekspor," katanya.

Dia ngespill kalau bukan cuma Australia yang pengen dapet urea dari Indonesia, India, Filipina dan Brasil juga menunjukkan minat terhadap urea Indonesia. 

Hubungan resiprokal

Meski begitu, pemerintah tetap berhati-hati supaya nggak menjanjikan pasokan yang melebihi kemampuan produksi nasional.

Lebih lanjut lagi, Sudaryono menjelaskan kalau hubungan perdagangan pupuk antara Indonesia dan Australia bersifat timbal balik. Di satu sisi Indonesia mengekspor urea, tapi di sisi lain Australia mengimpor bahan baku seperti fosfat, termasuk jenis DAP (Diammonium Phosphate), ke Indonesia.

"Ini hubungan yang resiprokal. Kita saling membutuhkan. Yang penting adalah bagaimana kita mengamankan kepentingan nasional sekaligus menjaga hubungan dagang yang sehat," katanya.

Gen Z Takeaway

Lagi ada global supply disruption, urea Indonesia tiba-tiba jadi hot commodity dan dilirik Australia sampai India. Produksi nasional strong karena pakai gas domestik, jadi kita nggak bergantung impor dan masih punya potensi ekspor sekitar 1,5 juta ton. Tapi pemerintah tetap main safe, domestic needs tetap jadi top priority sebelum go global.

kementan pupuk urea surplus pupuk Wamentan Sudaryono Ekspor pupuk

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB