Musibah Kapal Terbalik di Laut Andaman, 250 Pengungsi Rohingya Dilaporkan Hilang
astakom,com, Jakarta – Sekitar 250 orang dinyatakan hilang usai sebuah kapal yang mengangkut pengungsi Rohingya dan warga Bangladesh terbalik di perairan Laut Andaman.
Kapal yang mereka naiki tenggelam akibat cuaca buruk, gelombang yang tinggi, dan kelebihan muatan.
Melansir dari laporan dari Reuters pada Rabu (15/4/2026), badan pengungsi dan migrasi PBB mengungkapkan kalau kapal penangkap ikan yang mengangkut sekitar 250 orang dewasa dan anak-anak itu dilaporkan tenggelam disebabkan oleh angin kencang, gelombang tinggi, dan kelebihan muatan.
Kapal tersebut berasal dari Teknaf di bagian selatan Bangladesh dengan tujuan Malaysia.
Peringatan PBB: Dampak Ngeri Krisis Pengungsian yang Berlarut
"Tragedi ini menyoroti besarnya biaya kemanusiaan akibat pengungsian berkepanjangan serta terus tidak adanya solusi jangka panjang bagi Rohingya," ucap Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dan Organisasi Internasional (IOM) untuk Migrasi pada pernyataannya.
Melansir dari Al Jazeera pada Rabu, (15/4/2026) setelah lama mengalami penyiksaan di Myanmar, lebih dari 730.000 warga Rohingya secara terpaksa meninggalkan rumah mereka di tahun 2017 akibat kampanye pembersihan etnis yang dilakukan oleh militer Myanmar, dan mencari perlindungan di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh, negara tetangga.
Setiap tahunnya, ribuan warga Rohingya mengambil risiko besar untuk melarikan diri dari penindasan dan konflik bersenjata di Myanmar serta kamp-kamp yang padat di Bangladesh.
Beberapa kali menggunakan perahu rakitan untuk menyeberangi lautan demi mencapai negara-negara di sekitarnya dan mencari peluang kehidupan yang lebih baik.
Terapung di tengah laut, hanya 9 orang berhasil di evakuasi
Petugas penjaga pantai Bangladesh menyatakan kalau salah satu kapal mereka, yang sedang berlayar menuju Indonesia, sudah berhasil menyelamatkan 9 orang dari kapal nelayan yang terbalik, termasuk seorang wanita, pada tanggal 9 April, melansir dari Al Jazeera pada Rabu, (15/4/2026).
"Kapal induk Bangladesh MT Meghna Pride… melihat beberapa orang terapung di laut menggunakan drum dan kayu gelondongan, dan menyelamatkan mereka dari perairan dalam di dekat Kepulauan Andaman,” ucap juru bicara BCG, Letnan Komandan Sabbir Alam Sujan, dilansir dari The Guardian pada Rabu, (15/4/2026). (nAD/aRsp)
Gen Z Takeaway
POV: When "home" isn't safe and the sea feels like the only escape, but it turns into a nightmare. Berita ini beneran heartbreaking banget, karena menunjukkan betapa putus asanya orang-orang yang harus bertaruh nyawa di kapal rakitan demi mencari kehidupan yang layak. Ratusan orang hilang di Laut Andaman adalah pengingat kalau dunia kita masih punya PR besar soal kemanusiaan. It’s a reminder for us to be more grateful for our safety and more aware that no one should ever have to choose between a dangerous sea and a dangerous home.












