Menteri ESDM Spill 3 Poin Tawaran Kemitraan Rusia untuk Penguatan Sektor Energi Indonesia
astakom.com, Jakarta - Usai lawatan Presiden Prabowo Subianto dari Rusia dan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo ditawari 3 poin kerja sama oleh Vladimir Putin saat kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia itu.
Bahlil bilang kalau pemerintah akan terus mengkaji dan mengawal implementasi berbagai peluang kerja sama yang telah didiskusikan antara kedua pemimpin negara supaya bisa secepatnya direalisasikan.
Hal-hal yang termasuk dalam pembahasan itu adalah satu, pengembangan kilang minyak, kedua penguatan perdagangan minyak dan ketiga peningkatan pemanfaatan teknologi energi.
Peluang kemitraan sektor energi bersih
Bahlil menyebutkan ke depannya Indonesia membuka peluang untuk kolaborasi di energi bersih.
"Dalam jangka panjang, Indonesia turut membuka peluang kolaborasi di sektor energi bersih. Sebagai upaya yang diarahkan untuk mendukung diversifikasi energi," ujar Bahlil dalam keterangan resmi, dikutip pada Rabu (15/4/2026).
Menurutnya gejolak pasar energi global yang masih dalam tensi geopolitik dan tertekan ngasih pengaruh atau dampak yang cukup terasa dalam stabilitas pasokan energi di berbagai negara termasuk Indonesia.
Kemitraan strategis 2 negara
Selanjutnya, buat jaga ketahanan pasokan energi nasional, pemerintah terus cari langkah-langkah strategis, salah satunya lewat penawaran kemitraan dengan Rusia sebagai salah satu negara produsen energi global.
Bahlil menjelaskan kalau kunjungan bilateral ini membahas kemitraan sektor energi secara konkret dan berorientasi pada kepentingan nasional. Fokus utamanya adalah menjamin pasokan energi dan mendorong investasi di sektor energi.
"Kunjungan ini jadi momentum penting untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga dan memperkuat ketahanan energi nasional," kata Bahlil.
Hubungan strategis RI-Rusia
Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen negara untuk terus memperkuat hubungan strategis dengan Rusia di sektor energi. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional, di tengah ketidakpastian ekonomi imbas gejolak geopolitik global.
"Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan, dan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerjasama terutama di bidang ekonomi dan energi. Sekali lagi saya terima kasih, diterima dalam waktu yang begitu singkat," kata Presiden Prabowo ketika bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moscow dikutip pada Rabu (15/4/2026). (Shnty/aRsp)
Gen Z Takeaway
Prabowo ketemu Putin dan dapet 3 offer kerja sama energi, dari kilang minyak, trade minyak, sampai teknologi energi. Pemerintah lagi review biar bisa langsung eksekusi dan jaga energy security di tengah global tension. Long term, RI juga open buat clean energy collab biar makin diversify sumber energi.










