Raker dengan Komisi I DPR Mendagri Usulkan Dana Otsus Aceh Diperpanjang untuk Recovery Pasca Banjir
astakom.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan perpanjangan dana otonomi khusus (otsus) Aceh soalnya dia menilai pemulihan Aceh pasca bencana at least 3 tahun. Tito bilang dirinya dapet banyak usulan soal perpanjangan dana otsus Aceh.
"Memang ada dalam kunjungan-kunjungan dan juga menerima delegasi dari Aceh, selalu menyampaikan meminta (tambahan anggaran). Karena tingkat kemiskinan masih tinggi di atas nasional dan Sumatera. Pengangguran juga tinggi, meskipun IPM membaik tapi di bawah nasional, masih perlu, mereka masih memerlukan dana otonomi khusus," kata Tito di rapat kerja (Raker) bersama Komisi II DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Senin (13/4/2026).
Tito bilang, masyarakat Aceh mengharapkan diperpanjang. Mereka melihat Papua yang bertambah 2,25 persen dana otsusnya sampai 2041.
"Besarannya juga ya kalau enggak bisa sama seperti Papua 2,25 persen kembali ke 2 persen. Itu permintaannya dari teman-teman di sana," ujarnya.
Sering terkendala bencana susulan
Apalagi kata Tito Aceh lagi masa pemulihan dan dalam upaya perbaikannya sering terkendala bencana susulan.
"Kemarin minggu lalu Aceh Tengah hujan lebat jalan-jalan longsor lagi, jembatan juga banyak yang ada beberapa yang kemudian terseret lagi ini," katanya
"Kemudian juga dua hari yang lalu di Pidie Jaya banjir lagi, Bupatinya lapor sama saya 50 cm sampai 80 cm lumpur di sana. Padahal sudah kita lakukan perbaikan-perbaikan ya," tambahnya.
Recovery membutuhkan waktu setidaknya 3 tahun
Tito bilang pemulihan pascabencana Aceh memerlukan waktu setidaknya 3 tahun soalnya skala kerusakan akibat bencana cukup besar.
"Ini mungkin sambil itu juga mungkin salah satu pendorong kalau menurut kami perlu adanya dana otsus ini diperpanjang di Aceh dan kalau memang kemampuan fiskal negara memungkinkan, mungkin dikembalikan ke 2 persen, saran kami," jelasnya.
Sementara itu, dia mengungkap banyak daerah di Sumatera Utara (Sumut) yang minim, bahkan tidak terdampak bencana, tetapi tetap menerima dana transfer ke daerah (TKD).
Bantuan dari pemda
Tito telah meminta pemda (Pemerintah daerah) di wilayah itu buat menyalurkan sebagian dananya ke wilayah di Aceh yang mengalami kerusakan lebih parah.
Dia memberikan contoh seperti di Kota Medan yang dapet alokasi anggaran sekitar Rp565 miliar dan Deli Serdang sekitar Rp493 miliar. Menurutnya, sebagian dari dana tersebut dapat disalurkan melalui mekanisme hibah antar daerah.
"Simalungun enggak terdampak, dapat Rp412 miliar, Rp30 miliar untuk Aceh Utara yang berat, berat Aceh Utara. Asahan enggak begitu terdampak, ada dampak banjir sebentar Rp261 miliar, Rp30 miliar (buat Aceh)," katanya.
Tito menyebut daerah lain yang tak terdampak signifikan juga bisa berkontribusi membantu wilayah terdampak di Aceh seperti Gayo Lues dan Bener Meriah.
Minta dukungan DPR
"Bantulah Rp25 miliar, Gayo Lues, Bener Meriah. Nah, sudah kami komunikasikan. Kami komunikasikan dan mereka, mereka enggak keberatan. Sudah membuat pernyataan dan mereka akan melakukan mekanisme hibah," katanya.
Menurut Tito langkah ini untuk mempercepat penanganan dampak bencana di Aceh dan dia berharap dukungannya supaya kebijakan ini bisa berjalan lancar dan maksimal.
"Inilah yang kami sampaikan kepada seluruh kepala daerah yang delapan ini di Sumut, dan juga di Aceh, agar mereka melakukan mekanisme hibah ini. Nah, ini yang kami laporkan juga untuk mohon dukungan dari Komisi II, semata-mata hanya kemanusiaan aja," kata dia. (Shnty/aRsp)
Gen Z Takeaway
Mendagri Tito usul dana otsus Aceh diperpanjang karena recovery pascabencana masih ongoing dan butuh at least 3 tahun. Selain itu, kemiskinan dan pengangguran masih di atas rata-rata nasional. Bahkan, daerah lain diminta ikut support lewat skema hibah buat percepat pemulihan.










