Penampakan First Day WFH ASN: Jalanan dan Transportasi Umum di Jakarta Lebih Lengang
astakom.com, Jakarta - Hari pertama work from home (WFH) buat aparatur sipil negara (ASN) pada Jumat (10/4/2026) sudah mulai terasa pengaruhnya. Sejumlah kantor, jalan dan transportasi umum terlihat lebih sepi dari biasanya.
Dilansir dari berbagai media informasi, di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, sejak pukul 08.00 WIB menunjukkan kondisi yang lengang. Area parkir kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, terlihat jauh lebih kosong dibanding hari kerja biasanya.
Di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang masih berada dalam satu kompleks, aktivitas perkantoran hampir nggak ada. Begitu juga sama kantinnya yang tutup.
Sepinya suasana juga terjadi di Kantor Kementerian Kebudayaan. Area parkir sampe lobi gedung terlihat aktivitasnya nggak sesibuk dibandingkan biasanya.
Jalan yang biasanya macet relatif lengang
Situasi arus lalu lintas yang lebih sepi juga dirasakan oleh pengendara motor. Berdasarkan pantauan Astakom, waktu tempuh dari Pasar Baru Jakarta Pusat ke Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan kurang dari 60 menit. Waktu tempuh itu lebih cepat daripada biasanya, yang membutuhkan waktu sampai 80 menit.
Pada pukul 10.00 WIB jalan di wilayah Jakarta Pusat relatif lenggang. Bahkan melewati ruas jalan Bundaran HI sampai Sudirman pun tidak sepadat biasanya.
Dilansir dari berbagai media, pengguna transportasi umum juga tidak terlalu ramai seperti biasanya.
Halte TJ dan Stasiun MRT lebih kosong
Selanjutnya, di Halte TransJakarta (TJ) dan Stasiun MRT menunjukkan sedikit lebih kosong dari biasanya. Namun, berdasarkan informasi lain, di Stasiun LRT aktivitas penumpang dari pagi masih tetap ramai atau belum terlihat perubahan yang signifikan.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli berharap kebijakan work from home (WFH) atau kerja dari rumah sekali dalam seminggu ini nggak menurunkan produktivitas pekerja.
"Dalam surat edaran itu kita juga spesifik mengatakan bahwa kita tidak ingin edaran ini kemudian berdampak kepada pertumbuhan ekonomi. Jadi kita tetap inginkan pertumbuhan ekonomi itu naik, teman-teman pekerja produktif dan industri kita tetap maju. Itu harapan kita," kata Menaker Yassierli di kawasan kantor DPR RI, beberapa waktu lalu.
Efektivitas WFH dikaji 2 bulan ke depan
Adapun sebelumnya, pemerintah menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/6/HK.04/III/2026 tentang Work From Home dan Program Optimasi Pemanfaatan Energi di Tempat Kerja.
Menurut Yassierli, imbauan itu dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pola kerja yang produktif, adaptif dan berkelanjutan.
"Surat edaran itu dibuat untuk mendorong perilaku yang lebih adaptif terhadap bagaimana sikap kita terkait dengan optimasi energi khususnya BBM. Jadi kami sangat sadar bahwa perusahaan itu memiliki karakteristik yang khas, jadi tidak bisa kita generalisasi," kata Yassierli.
Diketahui, pemerintah menerapkan kebijakan WFH pada tiap Jumat dengan terus dipantau dan dievaluasi. Dalam dua bulan ke depan, pelaksanaan WFH akan dikaji untuk melihat efektivitasnya, terutama dalam mendukung efisiensi energi dan kinerja ASN. (
Gen Z Takeaway
Hari pertama WFH ASN langsung kerasa impact-nya—kantor, jalanan, sampai transport umum jadi lebih chill dan less crowded. Commute time juga lebih cepet dari biasanya, walau beberapa moda kayak LRT masih steady ramai. Government expect WFH ini tetap keep productivity on track sambil push energy efficiency.










