Gaspol Konsolidasi, 15 BUMN Logistik Disatukan Perkuat Daya Saing Level Global
astakom.com, Jakarta - Untuk memperkuat daya saing bisnis perusahaan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, Badan Pengaturan atau BP BUMN saat ini lagi mempercepat konsolidasi 15 BUMN sektor logistik menjadi satu badan usaha.
Proses percepatan konsolidasi 15 BUMN sektor logistik ini ditargetkan selesai dalam satu bulan ke depan. Kepala BP BUMN, Dony Oskaria bilang kalau proses konsolidasi ini adalah bagian dari transformasi bisnis BUMN yang diharapkan bisa memperkuat daya saing BUMN.
Dia juga berharap kalau transformasi ini bisa membuat manfaat BUMN Logistik semakin dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
"Kita akan mengonsolidasikan 15 (BUMN logistik), sudah mulai prosesnya. Insyaallah juga dalam satu bulan ini akan selesai dan akan kita announce (umumkan) 15 perusahaan menjadi satu perusahaan logistik nasional," kata Dony Oskaria dikutip pada Jumat (10/4/2026).
PT Pos Indonesia jadi anak usaha BUMN logistik
Sebelumnya, Dony bilang kalau PT Pos Indonesia diharapkan jadi perusahaan jangkar dalam konsolidasi itu. Perusahaan PT Pos Indonesia nantinya membawahi anak usaha BUMN di ekosistem logistik, kayak PT Semen Indonesia Logistik, PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT KAI Logistik.
Kepala BP BUMN itu menekankan kalau proses konsolidasi itu bagian dari restrukturisasi BUMN yang ditargetkan beres tahun ini. Lewat konsolidasi ini, dia berharap bisa mengoptimalkan kemampuan bisnis BUMN dan menciptakan proses bisnis yang lebih efektif dan efisien.
"Insyaallah mudah-mudahan semakin cepat proses transformasi BUMN dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia," katanya.
Respons arahan presiden
Konsolidasi BUMN ini jadi tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Presiden Prabowo menekankan pentingnya rasionalisasi jumlah BUMN lewat restrukturisasi.
Menurut Presiden, langkah itu diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi tapi juga untuk memperkuat daya saing BUMN di level global.
Presiden Prabowo menilai efektivitas restrukturisasi ini udah terbukti saat pemerintah mendirikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara pada Februari tahun lalu.
Danantara capai ROA 300 persen dalam setahun
Dalam kinerja Danantara yang baru setahun, Danantara berhasil mencapai return on asset (ROA) sebesar 300 persen.
"Jadi, premis kita ternyata benar. Konsolidasi satu manajemen dengan rasional, dengan standar-standar terbaik dunia, return on asset saya terima di atas 300 persen," kata Presiden Prabowo dalam sambutannya pada peringatan satu tahun Danantara, beberapa waktu lalu. (nAD/aRsp)
Gen Z Takeaway
Pemerintah lagi ngegas konsolidasi 15 BUMN logistik jadi satu entity biar lebih efficient dan competitive. Dony Oskaria bilang prosesnya ditarget selesai 1 bulan, dengan PT Pos Indonesia jadi anchor. Ini lanjutan strategi Prabowo Subianto buat bikin BUMN lebih lean, powerful, dan siap bersaing global.









