Wall Street dan Market Global Lainya Dibuka Menguat, Ceasefire Effect?

Editor: Shintya
Kamis, 9 April 2026 | 11:07 WIB
Wall Street dan Market Global Lainya Dibuka Menguat, Ceasefire Effect?
Ceasefire Effect! Wall Street Dibuka Menguat, Investor Masih Wait and See [Ilustrasi Bursa Wall Street New York] (Astakom/Ai)

astakom.com, Jakarta - Wall Street atau Bursa Saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (8/4/2026) waktu setempat dibuka dengan bertengger di zona hijau atau mengalami kenaikan.

Kenaikan ini terjadi di tengah turunnya harga minyak ke kisaran USD90 per barel. Respons pasar ini juga turut dikaitkan sama keputusan Presiden AS, Donald Trump yang mulai melunak setelah sebelumnya melakukan eskalasi dengan Iran.

Diketahui, Indeks S&P 500 naik sebanyak 2,6 persen tidak lama setelah AS, Iran, dan Israel sepakat untuk men-stop eskalasi dan melakukan gencatan senjata selama dua minggu.

Selanjutnya, dilansir dari IDX, Indeks Dow Jones Industrial Average ikut terkerek naik 1.383 poin atau 3 persen, sementara Nasdaq menguat 3,3 persen, mengikuti kenaikan signifikan di pasar Asia dan Eropa.

Sentimen pasar mulai membaik

Meski pasar kini mulai menunjukkan optimismenya, posisi pasar saham masih di bawah level sebelum ketegangan di Timur Tengah terjadi.

Kepala Strategi Monex, Takashi Hiroki melihat kalau sentimen pasar udah mulai membaik. Akan tetapi investor masih mewaspadai ketidakpastian, bahkan bisa dibilang masih tinggi.

"Ada alasan untuk optimistis, tetapi masih terlalu dini untuk menyimpulkan karena, seperti yang Anda tahu, ini melibatkan Trump,” katanya, dikutip dari media, dari AP.

Investor tetap masih was-was

Ketidakpastian ini juga dipicu oleh pola kebijakan Trump yang sering menetapkan tenggat atas Iran buat membuka akses Selat Hormuz, tapi nggak lama kemudian menundanya. 

Situasi ini mengingatkan atau ngetrigger market pada kebijakan tarif impor sebelumnya yang juga mengalami penundaan sebelum akhirnya dinegosiasikan ulang.

Market pantau eskalasi Hormuz

Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer menilai bahwa sentimen pasar saat ini masih berhati-hati. Dia bilang kalau pasar akan mencermati jalur pengiriman di Selat Hormuz dan kesepakatan damai secara permanen.

“Suasana pasar masih cenderung optimisme yang hati-hati, bukan euforia penuh. Gencatan senjata hanya berlangsung dua minggu dan pasar akan mencermati apakah jalur pengiriman di Selat Hormuz benar-benar pulih serta apakah kesepakatan ini bisa mengarah pada perdamaian yang lebih permanen,” katanya.(shnty/aRsp)

Gen Z Takeaway 

Wall Street langsung rebound gara-gara ceasefire AS–Iran–Israel dan oil price turun ke USD90-an, bikin market balik risk-on. Indeks besar kayak S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq kompak naik, tapi belum recover ke level sebelum konflik. Sentimennya masih cautious optimism, karena market masih nunggu apakah damai ini legit atau cuma temporary.

Wall Street cease fire bursa new york wall street

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB