Supply Chain Kena Hit! Inaplas Kasi Warning Stok Bahan Baku Terhambat Eskalasi Selat Hormuz
astakom.com, Jakarta - Eskalasi yang masih berlangsung di Timur Tengah memunculkan banyak kekhawatiran atas potensi kelangkaan dan keterbatasan berbagai kebutuhan.
Ketegangan antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran yang berimbas pada pengetatan Selat Hormuz membuat distribusi rantai pasok terganggu.
Dampak tersebut tadi kini dialami pelaku industri plastik.
Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) mulai kasih warning soal potensi kelangkaan kemasan plastik di pasaran. Hal tersebut karena mulai sulitnya bahan baku plastik berupa nafta yang banyak dipasok negara Timur Tengah.
Kekhawatiran ini berdasar karena bahan baku yang tersisa sangat terbatas. Seperti disampaikan Sekjen Inaplas Fajar Budiono, kepada media dikutip pada Selasa (7/4/2026).
"Karena memang barangnya (bahan baku plastik) yang ada terbatas karena itu kami antisipasi jangan sampai 50 hari ke depan tuh habis di tengah jalan," kata Fajar.
Gunakan plastik degan bijak
Melihat kondisi yang serba terbatas ini, Fajar mengingatkan para konsumen untuk menggunakan plastik seminimal mungkin. Bisa saja ke depannya, jika situasi serba tidak pasti seperti sekarang, ada kemungkinan memicu terjadinya inflasi atau berpotensi harganya naik akibat kelangkaan bahan baku.
Fajar juga ngasih tahu kalau situasi seperti ini, masih belum bisa dipastikan periodenya sampai kapan.
"Jadi jangan sampai berlebihan juga untuk menggunakan plastik, contoh kalau kita belanja ya sudah kita tidak harus semua sudah pakai kantong plastik secara berlebihan. Kami harus benar-benar jaga stok sehingga kami mau minta kepada pengguna ya harus belanja sesuai dengan kebutuhannya saja," katanya.
Stok dan sumber alternatif bahan baku plastik
Lebih lanjut, Fajar menekankan di tengah kondisi seperti ini, produsen ada dalam kondisi yang tak ingin bertaruh risiko bisnis.
Menurut Fajar, produsen belum berani menambah stok bahan baku untuk memproduksi plastik di saat harga lagi tinggi-tingginya.Sementara ini, produsen kemasan plastik terus melakukan penyesuaian produksi, baik mencari sumber alternatif bahan baku hingga mengatur ulang ukuran plastik.
Penyesuaian harga
Fajar bilang kalau produsen bisa menaikkan kandungan daur ulang dengan material virgin sebagai upaya inovasi produksi. Pencampuran material ini digadang-gadang bisa menurunkan biaya produksi, selain sebagai alternatif pembuatan plastik.
"Yang jelas memang nanti harga akan ada di keseimbangan baru, enggak mungkin harga kembali lagi seperti sebelum krisis perang ini," kata Fajar. (Shnty/aRsp)
Gen Z Takeaway
Konflik Timur Tengah mulai impact ke supply chain, bikin bahan baku plastik makin susah didapat. Industri udah kasih warning soal potensi kelangkaan dan harga yang bisa naik dalam waktu dekat. Intinya, kalau situasi terus unstable, plastik bisa jadi makin mahal dan supply makin tight.










