Chaos Diplomatik! Swiss Panggil Dubes Israel, Tolak UU Hukuman Mati yang Kontroversial

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Senin, 6 April 2026 | 17:16 WIB
Chaos Diplomatik! Swiss Panggil Dubes Israel, Tolak UU Hukuman Mati yang Kontroversial
Chaos Diplomatik! Swiss Panggil Dubes Israel, Tolak UU Hukuman Mati yang Kontroversial (Astakom / Ilustrasi Gemini)

astakom.com, Jakarta – Kementerian Luar Negeri Swiss bakal memanggil duta besar Israel sebagai reaksi terhadap keputusan parlemen Israel pada 30 Maret yang mensahkan undang-undang hukuman mati bagi warga Palestina yang dinyatakan melakukan serangan mematikan.

Laporan media Blick menyatakan kalau penerapan hukuman mati oleh Israel sudah mendapatkan kritik tajam dari sejumlah negara, termasuk Swiss.

Swiss mode tegas!

Menanggapi keputusan parlemen Israel, Swiss diperkirakan akan memanggil Duta Besar Israel, Tibor Schlosser, ke Kementerian Luar Negeri dalam minggu ini.

"Swiss menolak hukuman mati di semua tempat dan dalam segala kondisi karena tidak sejalan dengan hak untuk hidup dan martabat manusia. Oleh karena itu, Swiss telah menyampaikan posisinya kepada Israel baik secara bilateral maupun secara terbuka,” ucap seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Swiss kepada Blick, dilansir dari Anadolu, Senin, (6/4/2026).

Tibor Schlosser Kena panggil Kemenlu Swiss

Kepala Divisi Perdamaian dan Hak Asasi Manusia di kementerian itu, Tim Enderlin, sudah memulai diskusi bersama Schlosser dan akan mengundangnya untuk menyampaikan posisi Swiss secara langsung kepada Israel.

UU kontroversial Knesset: Metode gantung & Imunitas untuk eksekutor

Knesset, badan legislatif Israel, meloloskan undang-undang yang diperdebatkan tersebut dengan hasil suara 62 berlawanan 48.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut memberikan dukungan untuk undang-undang itu.

Posisi Israel terdesak

Sesuai dengan undang-undang tersebut, pelaksanaan eksekusi akan dilakukan melalui metode gantung.

Petugas pemasyarakatan atau penjaga yang ditugaskan oleh Dinas Penjara Israel akan melaksanakan tindakan eksekusi tersebut.

Orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan eksekusi akan mendapatkan perlindungan identitas dan imunitas hukum. (nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway

POV: When "Right to Life" is non-negotiable. Swiss beneran menunjukkan kelasnya sebagai negara yang menjunjung tinggi HAM dengan nggak ragu memanggil Dubes Israel. Di tahun 2026 ini, denger soal UU hukuman mati dengan metode gantung plus imunitas buat eksekutornya itu beneran kerasa backward banget. Kita butuh lebih banyak negara yang berani speak up kayak Swiss biar keadilan nggak cuma jadi jargon di atas kertas. Respect for standing up for humanity!

swiss info update Kutuk Israel Serangan Israel UU Palestina

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB