Intip Testimoni WNI Tentang Kondisi Ekonomi Iran: Tarif Listrik Masih Murah, Biaya Hidup Juga Terjangkau
astakom.com, Jakarta - Di tengah eskalasi di Iran, kondisi perekonomian negara itu menjadi sorotan. Pertanyaan soal ketahanan ekonomi Iran sering muncul, lantaran seperti yang diketahui Iran dikenal sebagai salah satu negara yang kuat dan terlatih mandiri selama bertahun-tahun.
Kemandirian Iran salah satunya dipicu karena telah menghadapi berbagai macam embargo terutama dari Amerika Serikat dan sekutunya, selama hampir 50 tahun sejak Revolusi Islam 1979.
Embargo sendiri adalah larangan resmi untuk melakukan perdagangan atau penyebaran sesuatu (barang sampai informasi).
Dilansir dari akun Facebook Himpunan Pelajar Indonesia - HPI Iran, salah satu pelajar Iran ngespill testimoni biaya listrik, gas, air di saat Iran bersitegang dengan Amerika.
Living cost di Iran masih murah
Pelajar itu menyebut kalau di Iran biaya atau cost kebutuhan dasar hidup terbilang serba murah.
Dia merincikan tagihan air sebesar 185.000 tuman per dua bulan atau Rp20.000 per dua bulan, sama dengan Rp10.000 per bulan.
Selanjutnya untuk harga listrik per 2 bulan 83000 tuman atau kurang lebih Rp10.000 per dua bulan. Sama dengan kisaran Rp5000 per bulan.
Tagihan gas dan harga minyak
Dia juga menyebutkan di keluarga lain untuk tagihan gas, per tiga bulan sekitar 600.000 tuman atau Rp22.000 per bulan.
Meskipun dalam keadaan sedang seperti sekarang, kebutuhan dasar di Iran masih bisa terpenuhi. Diketahui kondisi pelajar Indonesia di Iran pun saat ini masih dalam kondisi aman.
Untuk komoditas lain seperti harga bahan bakar minyak (BBM), perlu diketahui Iran menjadi yang salah satu negara dengan harga BBM termurah di antara negara-negara lain.
Dilansir dari data globalpetrolprices per tanggal 30 Maret 2026, harga bensin oktan 95 di Iran adalah 15.000 Rial Iran per liter atau Rp192,95 per liter. Dikutip dari media lain menyebutkan per tanggal 23 Februari 2026, harga BBM di Iran Rp 481 per liter.
Sekolah dan rumah sakit gratis
Keterjangkauan harga-harga kebutuhan pokok di Iran juga dispill sama seorang Pakar Geopolitik Timur Tengah asal Indonesia bernama Dr. Dina Sulaeman. Dia pernah tinggal di Iran selama hampir satu dekade.
Dia ngasih testimoni kalau pemerintah Iran memberi banyak subsidi, jadi kebutuhan dasar masyarakat bisa terjangkau, bahkan untuk layanan dasar seperti sekolah dan rumah sakit di Iran gratis.
Dalam sesi wawancara di salah satu podcast yang tayang di Youtube, Dina Sulaeman menyebutkan bahwa dari sisi ekonomi, kebutuhan dasar di Iran itu jadi perhatian pemerintah banget. Makanya pemerintah ngasih banyak subsidi di sektor ekonomi.
"Sekolah gratis, rumah sakit gratis, makanan sangat murah, karena ada subsidi-subsidi, bensin, listrik, air, itu murah banget. Arinya masyarakat memang dikondisikan untuk urusan mendasar udah terpenuhi, sehingga mereka bisa mengejar sesuatu yang lebih tinggi lagi, lebih tinggi lagi, di bidang teknologi," kata Dina dalam podcast di Youtube Forum Keadilan TV, dikutip pada Jumat (3/4/2026).
Makan siang gratis sampai transportasi murah
Di podcast itu dia juga menyebutkan kalau saat dia kuliah, kampusnya menyediakan makan siang gratis dan biaya transportasinya sangat murah. Sehingga uang beasiswa yang dia terima pada saat itu hanya Rp150.000 bisa cukup untuk memenuhi biaya hidupnya dengan layak di sana.
Berdasarkan pengalamannya, dia berpendapat bahwa, standar ekonomi orang Iran sudah tinggi jika dibandingkan dengan standar ekonomi Indonesia.
“Ketika dikatakan ekonomi Iran susah dan kemudian ada aksi-aksi demo di Desember dan Januari itu, orang Iran itu nggak benar-benar susah kalau pakai standar kita (orang Indonesia). Tapi itu semua karena standar mereka (orang Iran) itu tinggi,” katanya.
Negara Iran yang masih berdiri dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakatnya di tengah eskalasi geopolitik ini tidak lain karena kekuatan fondasi yang dibangun Iran. Dalam podcast itu disebutkan kalau kekuatan fondasi Iran setidaknya meliputi ideologi, pendidikan dan kesejahteraan. (Shnty/aRsp)
Gen Z Takeaway
Meski lagi kena geopolitical tension, ekonomi Iran ternyata masih holding up, terutama buat kebutuhan dasar yang tetap murah karena subsidi besar-besaran. Dari listrik sampai bensin, cost of living mereka relatif low, bahkan ada layanan gratis kayak sekolah dan rumah sakit. Intinya: meski kena embargo lama, sistem mereka udah built to survive.










