KemenPU Ancar-ancar Global Tension: Harga Material Ikut Terkerek Naik?
astakom.com, Jakarta - Eskalasi di jalur strategis selat Hormuz akibat perang Amerika-Iran-Israel yang terjadi di Timur Tengah sudah masuk sebulan lebih , tidak hanya berimbas pada fluktuasi sejumlah komoditas energi dan lonjakan harga minyak saja, tetapi turut mengkerek nilai tukar rupiah juga.
Efek lebih jauhnya lagi, beberapa kalangan mulai memprediksi sejumlah komoditas material impor yang digunakan di dalam negeri harganya diprediksi bakal naik.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bilang kalau material konstruksi diproyeksi naik yaitu semen, besi, baja sampai aspal yang masih dikirim dari luar negeri.
"Sementara belum ada kenaikan, tetapi saya yakin nanti akan ada kenaikan, cuman sementara ini belum, pada saatnya kita informasikan kalau nanti misal harga-harga besi, semen, naik tinggi," kata Dody di Kantor Kementerian PU, dikutip kemarin sore (2/04/2026).
Penyesuaian nilai kontrak
Makanya, Dody bakal lakuin penyesuaian nilai kontrak buat proyek-proyek yang udah ditenderkan supaya beban kenaikan harga bahan baku nggak ditanggung sendiri sama para kontraktor.
Kementerian PU (KemenPU) akan menghitung ulang kenaikan atau eskalasi nilai kontrak beberapa proyek karena ada perubahan kondisi.
Bakal pakai material lokal
"Mau tidak mau kita akan lakukan eskalasi kontrak. Tapi sejauh ini belum kita lakukan, pada saatnya kita akan sampaikan," katanya.
Sebagai solusi supaya nggak ketergantungan sama material impor Kementerian PU bakal optimalkan material lokal. Contohnya penggunaan aspal Buton buat menggantikan material aspal impor.
Tahun ini ditargetkan 48 persen pakai aspal lokal
Dody menargetkan tahun ini penggunaan aspal lokal bisa berkontribusi 48 persen secara nasional. Pembagiannya terdiri dari 30 persen aspal Buton dan 18 persen aspal minyak lokal. Nah untuk sisanya sementara masih perlu dikirim dari luar atau impor karena kapasitas produk aspal nasional yang masih belum terpenuhi.
"Kebijakan ini bukan hanya tentang mengganti material, tetapi bagaimana kita mampu berdiri di atas kaki sendiri dan memperkuat fondasi ekonomi nasional," kata Dody. (shnty/aRsp)
Gen Z Takeaway
Geopolitical tension di Timur Tengah nggak cuma bikin harga minyak volatile, tapi juga kasih pressure ke rupiah dan harga material impor. Ke depan, cost konstruksi kayak semen, baja, sampai aspal berpotensi naik, jadi pemerintah siap adjust kontrak proyek biar nggak memberatkan kontraktor. Long term, strategi di-shift ke local materials biar nggak terlalu depend sama impor.










