Harga Avtur Naik 70%, INACA Minta Ijin Pemerintah Tiket Pesawat Agar Di-adjust

Editor: Shintya
Jumat, 3 April 2026 | 20:30 WIB
Harga Avtur Naik 70%, INACA Minta Ijin Pemerintah Tiket Pesawat Agar Di-adjust
Harga Avtur Naik 70%, INACA Minta Tiket Pesawat Ikut Di-adjust (Astakom / Wikimedia)

astakom.com, Jakarta - Di tengah fluktuasi harga minyak dunia, Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) meminta pemerintah mengizinkan harga tiket pesawat naik. Permintaan penyesuaian tarif tiket pesawat itu imbas dari gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu naiknya komoditi energi dunia.

Kenaikan harga tiket pesawat ini menyusul lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur) sampai rata-rata 70 persen mulai tanggal 1 April 2026.

Denon Prawiraatmadja selaku Ketua Umum INACA bilang kalau penyesuaian tarif tiket lewat kenaikan fuel surcharge dan Tarif Batas Atas (TBA) yakni aturan pemerintah soal harga tiket pesawat paling mahal yang boleh dijual maskapai , menjadi langkah darurat supaya operasional maskapai tetap lancar.

"Dengan kenaikan avtur yang signifikan, kami mendesak pemerintah segera menyesuaikan fuel surcharge dan TBA agar maskapai tetap bisa beroperasi secara berkelanjutan," kata Denon dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis (2/4/2026).

Pertamina umumkan kenaikan harga avtur

Naiknya harga avtur ini diumumkan oleh Pertamina dan mulai berlaku sejak 1 April 2026. Buat periode 1-30 April harga avtur domestik naik rata-rata 70 persen. Untuk rute internasional meningkat sampai 80 persen, dengan variasi di tiap bandara.

Sebagai contoh, sebut saja harga avtur domestik di Bandara Soekarno-Hatta pada Maret 2026 yaitu Rp13.656,51 per liter dan naik jadi Rp23.551,08 per liter di bulan April. Angka itu menunjukkan kenaikan sampai 72,45 persen.

Harga avtur pernah naik tiga kali lipat

Akan tetapi, jika dibandingkan dengan tahun 2019 saat kebijkaan TBA atau tarif batas atas pesawat diberlakukan, harga avtur naik hampir tiga kali lipat.

Permintaan kenaikan harga tiket pesawat ini diambil INACA karena pihaknya menegaskan kalau komponen bahan bakar pesawat menyumbang sekitar 40 persen dari total biaya operasional maskapai. Jadi kalau angkanya naik setinggi itu tanpa penyesuaian tarif kondisi keuangan maskapai berisiko tertekan.

Demi keselamatan penerbangan

Denon menyebutkan kalau penyesuaian tarif nggak cuma penting buat jaga keberlanjutan bisnis, tapi juga buat mastiin keselamatan penerbangan tetap terjaga dan terpenuhi sesuai standar yang ditetapkan serta konektivitas transportasi udara nasional tidak terganggu.

Menarik ke belakang, INACA sebelumnya sempat mengusulkan buat naikin fuel surcharge atau biaya tambahan yang disebabkan naiknya harga bahan bakar. Selain minta naikin fuel surcharge pihaknya juga minta TBA dinaikkin masing-masing sebesar 15 persen.

Tapi karena lonjakan harga avtur yang lebih tinggi dari perkiraan, INACA kini minta supaya besaran kenikan disesuaikan lagi sama kondisi terkini. (Shnty/aRsp)

Gen Z Takeaway

Harga avtur naik sampai 70% bikin maskapai ke-pressure, jadi mereka minta izin naikin tiket pesawat lewat fuel surcharge dan TBA. Soalnya bahan bakar itu hampir 40% dari total cost, jadi kalau nggak di-adjust bisa ganggu operasional. Intinya: global tension impact langsung ke tiket—potensi naik itu real, bukan gimmick.

harga avtur harga tiket pesawat Minyak mentah Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) Denon Prawiraatmadja

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB