Gaspol Ekonomi 2.0! Kunjungan Presiden Prabowo ke Korsel, Bawa Pulang MoU Nilainya Sampai Rp173 T

Editor: Shintya
Kamis, 2 April 2026 | 20:42 WIB
Gaspol Ekonomi 2.0! Kunjungan Presiden Prabowo ke Korsel, Bawa Pulang MoU Nilainya Sampai Rp173 T
Kunjungan bilateral Presiden Prabowo - Airlangga ke Korea Selatan (astakaom/instagram)

astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan bilateral ke Korea Selatan (Korsel). Salah satu tujuan kunjungan itu adalah untuk memperkuat sektor perekonomian. Terutama untuk investasi antara dua negara.

Dalam kunjungan itu, terjalin kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara pelaku bisnis Korea Selatan dan Indonesia senilai USD10,2 miliar atau sekitar Rp173 triliun.

Angka investasi yang fantastis itu disampaikan sama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto setelah menghadiri forum "Indonesia-Korea Partnership fot Resilient Growth" di Seoul kemarin, Rabu (1/4/2026).

“Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai USD10,2 miliar USD atau sekitar Rp173 triliun,” kata Airlangga dikutip dari media pada Kamis (2/4/2026).

Realisasi kerja sama dengan Korea Selatan

Dilansir dari laman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, dalam sesi kunjungan itu, Presiden Prabowo mengatakan ingin meningkatkan kerja sama dan menganggap Korea sebagai sahabat Indonesia.

“Bagi saya, kunjungan kenegaraan pertama ini sangat penting. Saya menganggap Korea sebagai sahabat dekat Indonesia dan saya ingin meningkatkan kerja sama ini,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), Seoul, dikutip pada Kamis (2/4/2026).

Untuk merealisasikan komitmen itu, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung pengumuman dan pertukaran 10 Nota Kesepahaman MoU antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Korea.

Perkuat kerja sama ekonomi 2.0

Peresmian kerjasama lewat penandatanganan MoU tersebut menunjukkan penguatan kemitraan strategis kedua negara yang terus berkembang dan berorientasi jangka panjang. Kesepakatan yang dicapai mencakup berbagai sektor prioritas, mulai dari ekonomi, energi, digital, hingga kesehatan dan industri masa depan.

Diuraikan dengan detail, kerja sama tersebut meliputi pembentukan dialog strategis komprehensif, khusus, penguatan kerja sama ekonomi 2.0, pengembangan kemitraan mineral kritis, serta kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI) untuk Kesehatan dasar dan Pembangunan manusia. Dalam kerja sama itu menyasar penguatan energi bersih, penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS), serta industri jasa pembangkit lepas pantai.

Investor berpeluang bermitra dengan Danantara

“Dalam investasi tersebut juga termasuk sektor digital dan AI. Kemudian properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan di Bumi Serpong Damai, dan kerja sama bisnis dan asosiasi antara Kadin, KCCI, terutama untuk mendorong bisnis komitmen,” kata Airlangga.

Dia menambahkan kalau dalam kunjungan itu sejumlah perusahaan besar Korea Selatan terus memperkuat komitemen investasinya di Indonesia. Termasuk pengembangan industri baja oleh POSCO dan minat investasi dari Lotte yang berpeluang untuk kolaborasi dan bermitra dengan Danantara.

Gen Z Takeaway

Prabowo berhasil secure komitmen investasi gede banget dari Korea Selatan, totalnya tembus Rp173 triliun—huge boost buat ekonomi RI. Kerja samanya all-in, dari energi bersih, digital, AI, sampai infrastruktur, jadi bukan cuma short term tapi long run play. Intinya: RI lagi push banget jadi investment hub dan Korea jadi salah satu key partner. 

Indonesia-Korea Selatan Menko Airlangga Ekonomi 2.0 PresidenPrabowo

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB