BRIN Spill Solusi! Infrastruktur Sains Terintegrasi Buat Lawan Krisis Iklim

Editor: AR Purba
Rabu, 1 April 2026 | 07:08 WIB
BRIN Spill Solusi! Infrastruktur Sains Terintegrasi Buat Lawan Krisis Iklim

astakom.com, Jakarta – Krisis pesisir Indonesia karena perubahan iklim menyebabkan kenaikan permukaan laut, banjir rob, erosi, dan penurunan tanah, terkhusus di Pantura Jawa. Akibatnya merusak tempat tinggal, mengancam ketahanan pangan serta perikanan, dan mengganggu aktivitas Pelabuhan.

Infrastruktur beton sudah tidak cukup, diperlukan penyesuaian yang didasarkan pada ilmu dan teknologi terintegrasi yang berfokus pada risiko iklim.

Krisis pesisir tidak hanya memengaruhi lingkungan fisik, tetapi juga telah berevolusi menjadi tekanan sosial ekonomi yang signifikan dan mengganggu fungsi Pelabuhan sebagai penopang konektivitas nasional.

BRIN Dorong Infrastruktur Hibrida yang Lebih Adaptif

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Aprijanto, Perekayasa Ahli Utama di Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, ketika ia dikukuhkan sebagai Profesor Riset pada Sidang Terbuka Pengukuhan Profesor Riset di Lingkungan BRIN, pada hari Selasa (31/3/2026).

"Genangan akibat banjir rob dan penurunan muka tanah akan menghilangkan mata pencarian nelayan dan petambak, meningkatkan kerentanan pangan, serta melemahkan ketahanan sosial. Kerusahaan tambak, lahan, dan infrastruktur menurunkan produksi perikanan, sementara gangguan operasional Pelabuhan menekan efisiensi logistik, dan mengancam aset maritim strategis nasional,” ucap pria dengan kepakaran Teknologi Kelautan dan Pesisir Terapan.

Dalam menghadapi krisis pesisir, ia menyatakan kalau Indonesia masih mengandalkan pendekatan infrastruktur keras, seperti tanggul beton, seawall, dan pompa yang menganggap iklim tidak berubah.

"Infrastruktur ini kurang adaptif terhadap kenaikan muka laut dan gelombang ekstrim, sehingga mudah terlampaui, berbiaya tinggi, dan berumur terbatas. Tanpa integrasi ekosistem dan tata kelola adaptif, perlindungan tetap reaktif sementara dan bergantung pada proyek berulang tanpa solusi berkelanjutan,” ucapnya, dikutip oleh astakom pada Rabu, (1/4/2026).

Ia berpendapat bahwa inovasi teknologi adaptif merupakan dasar baru dalam ketahanan pesisir dengan mengintegrasikan infrastruktur hibrida, kecerdasan buatan, sistem pemantauan terpadu, serta energi laut terbarukan, sehingga membuat adaptasi menjadi antisipatif, adaptif, dan berkelanjutan.

“Salah satu fondasi ketahanan pesisir adalah infrastruktur hybrid yang menggabungkan rekayasa teknik adaptif tanggul cerdas, moulder modern, struktur permeable dengan solusi berbasis alam seperti rehabilitasi mangrove, dan restorasi ekosistem. Pendekatan ini meredam gelombang dan banjir rob secara bertahap, menstabilkan garis pantai, serta mengurangi tekanan pada infrastruktur keras,” jelasnya.

Pemanfaatan AI: Ramalkan Banjir Rob Secara Real-Time 24-48 Jam ke Depan

Pelaksanaannya mengurangi abrasi hingga 60-70%, jelasnya, memperbaiki ekosistem dan meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Pemanfaatan kecerdasan buatan mengubah penataan pesisir dari reaktif menjadi antisipatif dengan mengintegrasikan data pasang surut, cuaca ekstrem, citra satelit, dan sensor lapangan.

Sistem ini meramalkan banjir rob dalam 24-48 jam ke depan secara real-time dalam kerangka peringatan dini yang terintegrasi.

"Sistem ini memungkinkan pemantauan kontinu deteksi dini rob dan abrasi, serta pengambilan keputusan berbasis data. Sekaligus meningkatkan akurasi pemetaan, respons kebijakan, dan efisiensi pengolahan pesisir,” tuturnya.

Energi Laut Terbarukan sebagai Penopang Sensor Pesisir
Dia menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk energi laut dari arus, gelombang, dan perbedaan suhu laut yang tersedia sepanjang tahun, terutama di selat dan perairan terbuka. Energi ini mendukung fungsi sistem adaptasi pantai seperti sensor, pompa, dan sistem peringatan dini, serta mengurangi ketergantungan pada energi fosil

“Implementasinya menurunkan emisi karbon, meningkatkan efisiensi biaya jangka panjang, serta mendukung pengembangan green port dan ekonomi maritim berkelanjutan. Kedepan, riset adaptasi pesisir difokuskan pada integrasi kecerdasan buatan, data spasial presisi, dan pemodelan hidrodinamika waktu nyata, agar risiko iklim dapat diprediksi lebih akurat,” jelasnya.

Ia menyatakan, penelitian juga mendukung infrastruktur hibrida yang responsif terhadap iklim ekstrem serta sistem pemantauan laut yang cerdas di tingkat nasional. Dengan memanfaatkan digitalisasi dan energi laut terbarukan, penelitian ini memperkuat ketahanan fisik dan meningkatkan pengelolaan adaptasi yang berbasis pada risiko serta bukti ilmiah.

Ketahanan Maritim: Digitalisasi Pesisir Demi Kelancaran Logistik Nasional
"Kontribusi ilmiah melahirkan kerangka evolusi implementatif berbasis Tingkat Kesiapterapan Teknologi, pendekatan sistem sosial teknis, dan model teori terpadu penerimaan dan penggunaan teknologi yang menjembatani inovasi hingga kebijakan operasional. Model adaptasi terintegrasi ini meningkatkan presisi adaptasi, memperkuat ketahanan iklim dan maritim nasional, serta mendorong efisiensi investasi publik berbasis risiko,” paparnya.

Peningkatan ketahanan maritim, lanjutnya, Indonesia berkembang pada ketahanan pesisir sebagai dasar keamanan, logistik ketahanan, dan ekonomi maritim. Perlindungan pantai yang adaptif mengurangi dampak pelabuhan dan penyebaran laut.

“Inovasi ilmiah melalui infrastruktur hibrid kecerdasan buatan prediktif dan sistem data pesisir terpadu meningkatkan keselamatan, menekan risiko aset strategis, memperkuat konektivitas logitik, serta meningkatkan daya saing maritim nasional secara berkelanjutan. Riset ini memperkuat kebijakan adaptasi pesisir berbasis bukti ilmiah dan risiko alam, sehingga pembangunan pesisir lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan,” sambungnya.

Gen Z Takeaway
​Fix, krisis iklim di Pantura Jawa itu beneran red flag buat ekonomi kita kalau cuma dilawan pakai tanggul beton biasa. BRIN baru aja spill solusi yang lebih high-tech dan berkelanjutan: gabungan antara nature (mangrove) dan future tech (AI). Jadi, nantinya kita nggak cuma nunggu banjir rob dateng, tapi sudah bisa diprediksi lewat AI 48 jam sebelumnya. Kerennya lagi, semua sistem itu bakal ditenagai sama energi laut sendiri. Ini bukti kalau sains Indonesia lagi level up buat mastiin wilayah pesisir kita nggak cuma survive, tapi tetap cuan dan aman buat masa depan!

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) BRIN BRIN Research krisis iklim global Perubahan Iklim

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB